BAB I
PENDAHULUAN
A.      Latar Belakang
Dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 pasal 3,  sebagai berikut:

“Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab”(pendidikandankebudayaan, 2003).

Demi mencapai tujuan tersebut tentunya harus diawali dengan mempersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) untuk melaksanakan Pendidikan Agama Islam di sekolah secara maksimal, agar peserta didik memiliki kemampuan dalam mengamalkan ajaran agama Islam dalam kehidupan sehari hari  dengan baik dan sesuai dengan bunyi  undang-undang di atas.
Untuk mewujudkan kemamampuan peserta didik sebagaimanayang diharapkan tersebut, dibutuhkan   tenaga pendidik yang yang memiliki standar kualifikasi akademik dan kompetensi guru yang berlaku secara nasionalsebagaimana tercantum dalam Permendikbud no 16 tahun 2007 pasal dua ayat 1 dan penjabarannya dalam ayat 2.Adapun kompetensi yang diharapkan adalah Y kompetensi Pedagogik, kompetensi Kepribadian, kompetensi Sosial, kompetensi professional (Sudrajat, 2012).
Terkait dengan pedagogik adalah kesungguhan dalam mempersiapkan pembelajaran keteraturan ketertiban dalam menyelenggarakan pendidikan kemampuan mengelola kelas kedisiplinan kepatuhan terhadap aturan akademik penguasaan media teknologi pembelajaran kemampuan melaksanakan penilaian prestasi belajar peserta didik dalam aktivitas dalam penilaian terhadap persepsi positif terhadap kemampuan peserta didik
Berdasarkan supervisi kelas yang dilakukan oleh pengawas pais terhadap guru binaan di SD Se KecMandal;ajti dan Kec Gede bage masih kurang, baik dalam hal penyusunan perencanaan pembelajaran sebagai administrasi yang wajib di miliki oleh guru sebagai pedoman dalam melaksanakan proses pembelajaran yang efektif dan efesien, juga dalam proses pembelajaran dikelas masih belum mampu mengelola kelas dan membuat siswa  aktif agar proses pembelajaran sesuaidengan harapan.
Agar kualitas pembelajaran Pendidikan Agama Islam  memberikan dampak yang diharapkan,   sebagai pengawas  Pendidikan Agama Islam yang diberi tugas dan tanggung jawab  membina guru Pendidikan Agama Islam  pada  tingkat pendidikan dasar dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan agama Islam di sekolah binaan maka diperlukan pendampingan dan pembinaan .baik dalam dalam menyusun  Rencana Pelaksanaan Pembelajaran maupun dalam proses pembelajaran melalui kegiatan Guided Discovery .Oleh karena itu peneliti akan melakukan penelitian tindakan sekolah dengan judul: “Peningkatan Kemampuan Guru PAI Proses Pembelajaran melalui strategi Guided Discovery di wilayah binaan sekolah Dasar se Kec.Mandalajati Dan Kec.Gedebage Kota BandungTahun Ajaran 2017/2018”.
B.     Rumusan Masalah
1.      Apakah pembinaan strategi Guided Discovery dapat  meningkatkan kemampuan Guru PAI dalam Proses Pembelajaran  diwilayah binaan sekolah Dasar se Kec.Mandalajati Dan Kec.Gedebage Kota BandungTahun Ajaran 2017/2018.
2.      Bagaimanakah  pembinaan strategi Guided Discovery dapat  meningkatan kemampuan Guru PAI dalam Proses Pembelajaran  di wilayah binaan sekolah Dasar se Kec.Mandalajati Dan Kec.Gedebage Kota BandungTahun Ajaran 2017/2018.
C.      Tujuan Penelitian
      Tujuan yang hendak dicapai adalah :
1.          Untuk mengetahui apakah  pembinaan strategi Guided Discoveryadanya  dapat meningkatkan  kemampuan Guru PAI dalam Proses Pembelajaran  di wilayah binaan sekolah Dasar se Kec.Mandalajati Dan Kec.Gedebage Kota BandungTahun Ajaran 2017/2018.
2.         Untuk mengetahui  bagaimana  pembinaan strategi Guided Discovery dapat meningkatkan  `kemampuan Guru PAI dalam Proses Pembelajaran  di wilayah binaan sekolah Dasar se Kec.Mandalajati Dan Kec.Gedebage Kota BandungTahun Ajaran 2017/2018.
D.    Manfaat Penelitian
Hasil Penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi siswa, guru, kepala sekolah dan Pengawas Sekolah, antara lain:
1.        Bagi Guru : dapat menjalankan kewajiban memiliki kemampuan professional melaksanakan proses pembelajaran PAI di dalam penggunaan media pembelajarn
2.        Bagi kepala sekolah, dapat dijadikan sebagai bahan masukan dalam mengepektifkan pembinaan yang dilakukan terhadap proses pendidikan di sekolah.
3.        Bagi Pengawas Sekolah : Dapat menjalankan peran dan fungsinya dalam mengawasi kinerja guru serta aktif melakukan pembinaan secara berkala dalam upaya meningkatan mutu proses pembelajaran
4.        Bagi Sekolah :  Dapat menjalankan peran dan fungsinya dalam  kinerja guru serta aktif melakukan pembinaan secara berkala dalam upaya meningkatan mutu proses pembelajaran















BAB II
KAJIAN TEORI

A.  Guided Discovery
1.      Pengertian Guided Discovery
Guided discovery seabagai  salah satu bentuk dari metode discovery learning.Discovery learning merupakan salah satu model instruksionalkognitif dari Jerome Brunner yang sangat berpengaruh. Menurut Brunner, discovery learning sesuai dengan pencarian pengetahuan secara aktif oleh`manusia dan dengan sendirinya memberikan hasil yang baik. Berusaha sendiri untuk mencari pemecahan masalah serta pengetahuan yang menyertainya akan menghasilkan pengetahuan yang bermakna (Trianto, 2007).
Guided Discovery merupakan suatu metode pembelajaran yangdirancang untuk mengajarkan konsep-konsep dan hubungan antar konsep (Jacobsen, 2009).

Sedangkan menurut Brunner, “...guided discovery methods, in which the student receives problems tosolve but the teacher also provides hints, direction, coaching, feedback, and/or modeling to keep the student on track...(JD Mayer, 2004)).

Pendapat Brunner tersebut menyatakan bahwa dalam guided discovery peserta didik diberikan suatu permasalahan untuk dipecahkan dan guru memberikan petunjuk, arahan, umpan balik serta contoh-contoh untuk membimbing peserta didik dalam menyelesaikan masalah tersebut.
Dalam hal ini yang dijadikansasaranbinaanadalah guruoleh pengawas pembina sehingga selama pembinaan dengan metode guided discovery, pengawas  masih perlu memberikan susunan (structure) dan bimbingan (guidance) untuk memastikan bahwa abstraksi yang sedang dipelajari sudah akurat dan lengkap. Bimbingan yang diberikan berupa pertanyaan-pertanyaan pengarah yang dapat diajukan pengawas secara langsung maupun melalui berbagai media seperti Lembar Kegiatan  yang dibuat secara khusus. Pertanyaan-pertanyaan tersebut harus dapat membimbing dan mengarahkan guru dalam menemukan konsep yang dipelajari maupun dalam menyelesaikan permasalahan yang dihadapi.
Guided discovery atau penemuan terbimbing merupakan salah satubentuk metode mengajar yang memungkinkan peserta didik lebih mampu mengembangkan daya kreativitas dan keinginan-keinginan bergerak yang lebih luas dan bebas sehingga peranan pengawas dibatasi seminim mungkin sedangkan peranan guru diberi kebebasan semaksimal mungkin. Dalam Guided Discovery, pengawas berfungsi sebagai fasilitator. pengawas bertindak sebagai petunjuk jalan dan membantu guru agar dapat menggunakan ide, konsep dan keterampilan yang sudah mereka pelajari sebelumnya untuk menemukan pengetahuan baru. Peserta didik didorong untuk berpikir dan menganalisis sendiri sehingga dapat menemukan prinsip umum berdasarkan bahan atau data yang disediakan pengawas Pelaksanaan pembelajaran dengan metode ini memang memerlukan waktu yang relatif lama, tetapi jika dilakukan dengan efektif, metode ini cenderung menghasilkan ingatan dan transfer jangka panjang yang lebih baik daripada pembelajaran dengan metode ekspositori (Jacobsen, Eggen, Kauchak, 2009: 210).
     Menurut Mayer (2004: 15), guided discovery is effective because ithelps students meet two important criteria for active learning—(a) activating or constructing appropriate knowledge to be used for making sense of new incoming information and (b) integrating new incoming information with an appropriate knowledge base.

     Dari pernyataantersebut, dapat dikatakan bahwa metode guided discovery efektif dalam pembelajaran karena memuat dua kriteria penting dalam pembelajaran aktif, yaitu membangun pengetahuan yang tepat untuk mempermudah pemahaman tentang informasi baru dan menyempurnakan informasi baru dengan dasar pengetahuan yang tepat. Dengan demikian, informasi yang diperoleh peserta didik dapat tertanam dengan baik dan benar.
2. Aspek-Aspek dalam Guided Discovery
Secara umum, pembelajaran dengan guided discovery terdiri atas perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Perlunya perencanaan, implementasi, dan evaluasi bertujuan untuk menghindari kesalahan dalam proses dan keberhasilan tujuan pembelajaran.
Perencanaan dapat diartikan sebagai proses penyusunan berbagai keputusan yang akan dilaksanakan pada masa yang akan datang untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan. Secara lebih rinci, dalam perencanaan terdapat butir-butir: (a) berhubungan dengan masa depan, (b) seperangkat kegiatan (c) proses yang sistematis, dan (d) hasil serta tujuan tertentu (US Su'ud, 2007). .
Dalam tahap perencanaan diawali dengan mengidentifikasi suatu topik dan membuat satu sasaran. Pertimbangan latar belakang pengetahuan pengawas adalah penting, namun pemilihan contoh-contoh secara umum jauh lebih penting karena pengawas harus mengandalkan  contoh-contoh untuk membuat Rencana Program Pembelajaran  Jika contoh-contoh tersebut tidak memadai dalam pelajaran-pelajaran guided discovery, mempelajari Rencana Program Pembelajaran  akan menjadi jauh lebih sulit.     .
                  Langkah selanjutnya dalam proses perencanaan adalah menyusun contoh-contoh. Menempatkan contoh-contoh yang jelas dari suatu Rencana Program Pembelajaranterlebih dahulu akan menggiring pada pencapaian atau pemahaman yang lebih cepat tentang Rencana Program Pembelajaran tersebut, sedangkan menempatkan contoh-contoh yang kurang jelas terlebih dulu memungkinkan guru untuk lebih banyak berlatih menganalisis data dan menyusun hipotesis-hipotesis. Urutan contoh bisa silih berganti, maksudnya urutan contoh yang lebih sulit mungkin bisa digunakan untuk menantang siswa-siswa yang pandai, sementara urutan yang lebih mudah dapat digunakan untuk membantu guru yang sulit menangkap pembinaan
            Langkah akhir dalam perencanaan guided discovery adalah pertimbangan waktu. Karena guru tidak memiliki definisi atau generalisasi yang tertulis agar mereka lebih fokus, jawaban-jawaban awal mereka mungkin akan cenderung lebih divergen sehingga membutuhkan waktu yang mungkin lebih lama. Untuk itu, waktu merupakan faktor yang harus benar-benar dipertimbangkan guru dalam merencanakan aktivitas-aktivitas guided discovery.
             Selanjutnya dalam tahap implementasi, guru membuat Rencana Program Pembelajaran sendiri dengan menggunakan contoh-contoh dan di bawah bimbingan pengawas Hal ini berbeda dengan pengajaran langsung karena Rencana Program Pembelajaran didefinisikan atau dideskripsikan langsung oleh pengawas kepada guru Terkait dengan bimbingan pengawas, pengawas seharusnya memiliki tujuan konten yang jelas dalam pikirannya saat mereka menerapkan pelajaran tersebut dan menggunakan questioning secara strategis untuk memandu guru membuat Rencana Program Pembelajaran.
  Dalam evaluasi metode guided discovery dapat dilakukan dengan mengevaluasi cara memotivasi guru, mengevaluasi cara penyajian materi, mengevaluasi cara berkomunikasi, mengevaluasi penggunaan media pembelajaran, dan mengevaluasi pengelolaan kelas. Hal ini bertujuan untuk mengetahui kemajuan guru, mengetahui potensi yang dimiliki guru, mengetahui hasil bimbingan guru, mengetahui kelemahan atau kesulitan belajar guru, memberi bantuan  dalam kegiatan belajar guru, memberikan motivasi belajar, mengehui efektifitas mengajar guru, dan memberikan data untuk penelitian dan pengembangan pembelajaran.
B.  Rencana Program Pembelajaran
1.     Pengertian Rencana Program Pembelajaran
         Rencana Pelaksanaan Pembelajaran  adalah rencana yang menggambarkan prosedur dan pengorganisasian pembelajaran untuk mencapai satu kompetensi dasar yang ditetapkan dalam Standar Isi.Lingkup Rencana Pelaksanaan Pembelajaran paling luas mencakup 1 (satu) kompetensi dasar yang terdiri atas 1 (satu) indikator atau beberapa indikator untuk 1 (satu) kali pertemuan atau lebih.Rencana Pelaksanaan Pembelajaran sekurang-kurangnya memuat tujuan pembelajaran, materi ajar, metode pengajaran, sumber belajar, dan penilaian hasil belajar.
2.         Komponen Rencana Program Pembelajaran merujuk pada Permendikbud No. 22 Tahun 2016, terdiri atas:
a.    identitas sekolah yaitu nama satuan pendidikan;
b.    identitas mata pelajaran atau tema/subtema;
c.    kelas/semester;
d.   materi pokok;
e.    alokasi waktu ditentukan sesuai dengan keperluan untuk pencapaian KD dan beban belajar dengan mempertimbangkan jumlah jam pelajaran yang tersedia dalam silabus dan KD yang harus dicapai(Kemendikbud, 2016);
f.     tujuan pembelajaran yang dirumuskan berdasarkan KD, dengan menggunakan kata kerja operasional yang dapat diamati dan diukur, yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan;
g.    kompetensi dasar dan indikator pencapaian kompetensi, materipembelajaran,memuat fakta, konsep, prinsip, dan prosedur yang relevan, dan ditulis dalambentuk butir-butir sesuai dengan rumusan indikator ketercapaian kompetensi; metode pembelajaran, digunakan oleh pendidik untuk mewujudkan suasanabelajar dan proses pembelajaran agar siswa mencapai KD yang disesuaikan dengan karakteristik siswa dan KD yang akan dicapai;
h.    media pembelajaran, berupa alat bantu proses pembelajaran untukmenyampaikan materi pelajaran;
i.      sumber belajar, dapat berupa buku, media cetak dan elektronik, alam sekitar,atau sumber belajar lain yang relevan;
j.      langkah-langkah pembelajaran dilakukan melalui tahapan pendahuluan, inti,dan penutup;
k.    penilaian hasil pembelajaran(Kemendikbud, 2016).

3.    Prinsip - Prinsip Penyusunan Rencana Program Pembelajaran
Mekanisme pelaksanaan pembelajaran mencakup perencanaan, pelaksanaan (termasuk didalamnya kegiatan evaluasi), dan pertimbangan daya dukung.Tahap pertama, perencanaan pembelajaranyangdiwujudkan dengan kegiatan penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
Dalam menyusun Rencana Program Pembelajaran hendaknya memperhatikan prinsip-prinsip sebagai berikut:
a.          Penguatan karakter siswa melalui PPK berbasis kelas, berbasis budaya sekolah dan berbasis masyarakat diperkaya dengan literasi, kompetensi abad 21 (4C) dan HOTS. Integrasi ini dapat dilakukan pada indikator, tujuan, kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, kegiatan penutup maupun penilaian.
b.         Perbedaan individual siswa antara lain kemampuan awal, tingkat intelektual, bakat, potensi, minat, motivasi belajar, kemampuan sosial, emosi, gaya belajar, kebutuhan khusus, kecepatan belajar, latar belakang budaya, norma, nilai, dan/atau lingkungan siswa.
c.          Partisipasi aktif siswa.
d.         Berpusat pada siswa untuk mendorong semangat belajar, motivasi, minat, kreativitas, inisiatif, inspirasi, inovasi dan kemandirian.
e.          Pengembangan budaya membaca dan menulis yang dirancang untuk mengembangkan kegemaran membaca, pemahaman beragam bacaan, dan berekspresi dalam berbagai bentuk tulisan.
f.          Pemberian umpan balik dan tindak lanjut Rencana Program Pembelajaran memuat rancangan program pemberian umpan balik positif, penguatan, pengayaan, dan remedi.
g.         Penekanan pada keterkaitan dan keterpaduan antara KD, materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator pencapaian kompetensi, penilaian, dan sumber belajar dalam satu keutuhan pengalaman belajar.
h.         Mengakomodasi pembelajaran tematik-terpadu, keterpaduan lintas mata pelajaran, lintas aspek belajar, dan keragaman budaya.
i.           Penerapan teknologi informasi dan komunikasi secara terintegrasi, sistematis, dan efektif sesuai dengan situasi dan kondisi(Kemendikbud, 2016).

4.    Langkah – langkah Penyusunan  Rencana Program Pembelajaran
a.       Mengkajisilabus tematik meliputi: (1) KI dan KD; (2) materi pembelajaran; (3)proses pembelajaran; (4) penilaian pembelajaran; (5) alokasi waktu; dan (6) sumber belajar.
b.      MerumuskanindikatorpencapaianKD.
c.       Merumuskan tujuan pembelajaran.
d.      Mengembangkan materi pembelajaran. MateriPembelajarandapatberasaldaribukutekspelajaran (buku siswa) dan buku panduan guru, sumber belajar lain berupa muatan lokal,materi kekinian, konteks pembelajaran dari lingkungansekitaryang dikelompokkan menjadi materi untuk pembelajaranreguler, pengayaan, dan remedial.
e.       Menjabarkan kegiatan pembelajaran yangadapada silabus dalam bentukyang lebih operasionalberupapendekatan saintifik disesuaikan dengan kondisi siswa dan satuangurutermasuk penggunaan media,alat, bahan, dan sumber belajar.
f.       Menentukan alokasi waktu untuk setiap pertemuan berdasarkan alokasiwaktu padasilabus.Selanjutnya dibagi ke dalam kegiatanpendahuluan, inti, dan penutup.
g.      Mengembangkan penilaian pembelajaran dengan cara menentukanlingkup, teknik, dan instrumen penilaian, serta membuatpedoman penskoran.
h.      Menentukanstrategipembelajaranremedialsegerasetelah dilakukan penilaian.
i.        Menentukan Media, Alat, Bahan, dan Sumber Belajar disesuaikan denganyang telah ditetapkandalamlangkah penjabaran proses pembelajaran(Kemendikbud, 2016).

C.      Proses Pembelajaran
     Pengertian proses pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Pembelajaran merupakan bantuan yang diberikan pendidik agar dapat terjadi proses pemerolehan ilmu dan pengetahuan, penguasaan kemahiran dan tabiat, serta pembentukan sikap dan kepercayaan pada peserta didik. Dengan kata lain, pembelajaran adalah proses untuk membantu peserta didik agar dapat belajar dengan baik.
     Adapun menurut Oemar Hamalik (Oemar, 2004), Pembelajaran adalah suatu kombinasi yang tersusun, meliputi unsur-unsur manusiawi, material, fasilitas, perlengkapan dan prosedur yang saling mempengaruhi untuk mencapai tujuan pembelajaran, dalam hal ini manusia terlibat dalam sistem pengajaran terdiri dari siswa, guru dan tenaga lainnya, materi meliputi; buku-buku, papan tulis dan lain-lainnya. Fasilitas dan perlengkapan terdiri dari ruang kelas dan audiovisual.prosedur meliputi jadwal dan metode penyampaian informasi, praktek belajar, ujian dan sebagainya.

     Pembelajaran biasanya terjadi dalam situasi formal yang secara sengaja diprogramkan oleh guru dalam usahanya mentransformasikan ilmu kepada peserta didik, berdasarkan kurikulum dan tujuan yang hendak dicapai. Melalui pembelajaran peserta didik melakukan proses belajar sesuai dengan rencana pengajaran yang telah diprogramkan. Dengan demikian, unsur kesengajaan melalui perencanaan oleh pihak guru merupakan ciri utama pembelajaran.Upaya pembelajaran yang berakar pada pihak guru dilaksanakan secara sistematis yaitu dilakukan dengan langkah-langkah teratur dan terarah secara sistematik.yaitu secara utuh dengan memperhatikan berbagai aspek. Maka konsep belajar dan pembelajaran merupakan dua kegiatan yang berproses dalam suatu sistem.
Jadi, dapat disimpulkan bahwa fungsi pembelajaran secara umum adalah merangsang dan menyukseskan proses belajar dan untuk mencapai tujuan, Sedangkan fungsi belajar adalah dapat memanfaatkan semaksimal mungkin sumber belajar untuk mencapai tujuan belajar, yaitu terjadinya perubahan dalam diri peserta didik. Untuk memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai konsep belajar dan mengajar (pembelajaran), berikut dipaparkan kedua konsep itu.
Belajar itu merupakan perubahan tingkah laku atau penampilan melalui pengalaman dan latihan yang dilakukan manusia selama hidupnya melalui kegiatan membaca, mengamati, mendengarkan, meniru, dan lain sebagainya. Semua aktivitas dan prestasi hidup manusia tidak lain adalah hasil dari belajar. Karena itu belajar berlangsung secara aktif dan integratif dengan menggunakan berbagai bentuk perbuatan untuk mencapai suatu tujuan.
Dengan kata lain, belajar itu akan menjadi lebih baik jika subyek belajar itu mengalami atau melakukannya, jadi tidak bersifat verbalistik. Belajar adalah suatu proses yang ditandai dengan adanya perubahan pada diri seseorang. Perubahan sebagai hasil dari proses belajar dapat ditunjukkan dalam berbagai bentuk seperti berubahnya pengetahuan, sikap, tingkah laku, keterampilan, kecakapan, kebiasaan, serta perubahan aspek-aspek lain yang ada pada individu yang belajar. Jadi, dengan proses belajar itu manusia akan mengalami perubahan secara menyeluruh meliputi aspek jasmaniah dan rohaniah. Orang dapat belajar meski tidak ada seorang pun yang mengajar.Apa yang ia pelajari dan kerjakan akan sangat bergantung kepada kebutuhan dan motivasinya. Kebutuhan dan motivasi seseorang menjelma menjadi tujuan seseorang dalam belajar.
Dalam belajar pasti juga ada proses mengajar. Mengajar pada dasarnya merupakan usaha untuk menciptkan kondisi atau sistem lingkungan yang mendukung dan memungkinkan untuk berlangsungnya proses belajar.
Mengajar adalah menyampaikan pengetahuan pada anak didik sehingga terbentuklah proses pemahaman. Kemudian pengertian yang lebih luas mengajar adalah suatu aktifitas mengorganisasi atau mengatur lingkungan sebaik –baiknya dan menghubungkan dengan anak sehingga terjadi proses belajar.
Menurut Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional  No. 20 Tahun 2003, Pasal 1, menyatakan bahwa kegiatan belajar mengajar adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Proses pembelajaran juga diartikan sebagai suatu proses terjadinya interaksi antara pelajar, pengajar dalam upaya mencapai tujuan pembelajaran, yang berlangsung dalam suatu lokasi tertentu dalam jangka satuan waktu tertentu pula (Hamalik, 2006) ,

Selain itu (Sardiman, 2010),  mengatakan bahwa proses belajar mengajar akan senantiasa merupakan proses interaksi antara dua unsur manusiawi, yakni siswa sebagai pihak yang belajar dan guru sebagai pihak yang mengajar, dengan siswa sebagai subyek pokoknya. Interaksi belajar mengajar adalah hubungan aktif dua arah antara pendidik dengan peserta didik dalam suatu kegiatan belajar.

Dalam pembelajaran harus dipersiapkan hal hal sebagai berikut sudah nampak Rencana program Pembelajaran yang meliputi :
1.      Perencanaan pengelolaan pembelajaran yang meliputi :
a.       Merumuskan kompetensi dasar dan indicator
b.      Menentukan metode pembelajaran
c.       Menentukan langkah-langkah pembelajaran
d.      Menentukan cara-cara memotivasi peserta didik
e.       menentukan pengalaman belajar peserta didik
f.       Menentukan alokasi waktu
2.       Perencanaan pengorganisasian Materi meliputi
a.    Kesesuaian materi pembelajaran dengan kurikulum
b.    Mengembangkan materi pembelajaran yang sesuai dengan perkembangan peserta didik
3.      Perencanaan Pengelolaan Kelas yang meliputi :
a.    Penataan ruangan kelas
b.    Pengorganisasian peserta didik agar terlibat aktif dalam pembelajaran
4.      Pemilihan sumber dan media pembelajaran meliputi :
a.    Memilih sumber pembelajaran
b.    Menentukan penggunaan alat/media pembelajaran
5.      Pemilihan bentuk penilaian meliputi :
a.       Menentukan bentuk-bentuk prosedur dan teknikpenilaian
b.      Menyusun alat penilaian
6.      Penampilan Fisik meliputi :
a.       penggunaan bahasa tulis
b.      Kerapian dan kebersihan

      Dalam proses pembelajaran harus melibatkan siswa aktif tidak hanya guru sebagaimana harapan dalam Kurikulum 13 sehingga perlu diperhatikah hal hal sebagai berikut :
1.      Pengembangan perilaku positif pada peserta didik meliputi :
a.       Membantu peserta didik untuk menyadari kekuatan dan kelemahan diri
b.      Membantu peserta didik untuk menumbuhkan kepercayaan pada diri sendiri
c.       Membantu peserta didik untuk dapat mengekspresikan perasaan dan pikiran
d.      Menunjukkan simpati
e.       Menujukkan keramahan dan menghargai orang
2.      Penunujukkan kegairahan dan kesungguhan dalam kegiatan pembelajara meliputi:
a.       Menunjukkan kegairahan dalam pembelajaran
b.      Memberikan kesan menguasai materi
c.       .Menunujkkan kemantapan mengajar
3.      Pengelolaan Interaksi dalam kelas meliputi :
a.       Mengembangkan hubungan antar pribadi yang sehat dan serasi
b.      Menciptakan iklim belajar yang kondusif
     Ketika pelaksanan pembelajarn guru harus mampu mengelola kelas dari mulai awal pembelajaran, inti, akhir dan pengorhanisasian kelas sesuai yang dibuat dalam Rencana Progran Pembelajaran meliputi :
1.    Pengelolaan Kegiatan awal/Pembuka meliputi :
a.       Menyampaikan materi pengait/apersepsi
b.      Memotivasi peserta didik untuk memulai pembelajaran
c.       Menyampaikan kompetensi yang harus dicapai
2.    Pengelolaan Kegiatan Inti Pembelajaran meliputi :
a.       Penguasaan materi pembelajaran
b.      Memberi contoh /ilustrasi / analogy
c.       Menggunakan sumber, alat, media pembelajaran
d.      Mengarahkan peserta didik untuk aktifberpartisipasi
e.       Memberi penguatan
f.       Melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan urutan yang logis/teratur
g.      Merespon secara positif keingintahuan peserta didik
h.      Menunjukkan antusiasme/gairah mengajar
3.    Pengorganisasian waktu, peserta didik, sumber dan alat/media pembelajaran meliputi :
a.         Penataan ruangan kelas
b.         Pengorganisasian peserta didik agar terlibat aktif dalam pembelajaran
c.         Menyiapkan sumber dan alat bantu/media pembelajaran
4.    Pelaksanaan Penilaian meliputi :
a.         Melaksanakan penilaian proses
b.         Melaksanakan penilaian hasil/akhir
5.    Pengelolaan Kegiatan Akhir/penutup
a.         Merangkum materi pembelajaran
b.         Menganalisis keberhasilan pembelajaran
c.         Memberi tindak lanjur

Jadi dapat  hal ini perlu diperhatikan yang menentukan suksesnya proses belajar bukan hanya metode dan prosedurnya tapi proses dari hasil yang didapatkan. Dengan proses yang tidak baik atau benar, mungkin hasil yang dicapainya pun tidak akan baik, atau bisa dikatakan hasil itu adalah hasil semu.














BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
A.      Setting Penelitian
Penelitian Tindakan kelas ini dilaksanakan di SD Se Kecamatan Mandalajati dan Se Kecamatan Gedebage Kota Bandung. Hal ini karena guru guru masih kurang kemampuan dalam proses pembelajaran sehingga perlu adanya pembinaan. Pembinaan akan dirasakanefektif apabila dilakukan secara individu yaitu bentuknya guided discovery pada  semester Genap  Tahun ajaran 2017/2018

B.       Subjek Penelitian
Yang menjadi subyek Penelitian Tindakan Kepengawasan  ini adalah SD sekecamatan Mandalajati  dan  Gede Bage Kota Bandung, dengan jumlah guru yang disupervisi 24 (dua puluh emapat ) orang guru, terdiri dari 15 orang guru perempuan dan 9 orang guru laki-laki
C.      Sumber Data
Sumber data pada penelitian ini terdiri dari
1.    Guru Pendidikan Agam Islam
        Untuk mendapatkan data tentang hasil pembelajaran  dan aktifitas guru dalam pembelajaran dikelas dengan menggunakan media computer
2.    Kepala Sekolah
Untuk melihat tingkat keberhasilan implementasi penggunaan media dan efektifitas hasil mengajar dalam proses pembelajaran
3.    Teman sejawat dan kolaborator
Teman sejawat dan kolaborator dimaksudkan sebagai sumber data untuk melihat implementasi PTKP secara komprehensif baik dari sisi guru maupun Kepala Sekolah
D.  Teknik ,Alat Pengumpulan dan Analisa Data
1.Adapun tehnik pengumpulan data dalam penelitian tindakan kepengawasanj ini adalah  :
a.Observasi
b.Wawancara
c.Penelaahan hasil tes
2.Alat /instrument pengumpulan data
a.    Lembar observasi
b.   Pedoman wawancara
c.    Lembar penilaian
3.Analisa data
Tidak menggunakan  uji statistik, karena PTK adalah penelitian deskriptif kualitatif.Analisis datanya bersifat komparasi (perbandingan) dalam siklus, antar siklus, antar pertemuan dengan melihat peningkatannya Analisis Data pada PTKp menggunakan cara yang dilakukan Miles dan Huberman sebagaimana yang dikutip oleh  (Sugiono, 2013)), aktivitas dalam analisis data ini meliputi  data reduction, display, dan conclusion drawing/verification.
Adapun cara menganalisis data secara deskriptif untuk diverifikasi mengenai kategori data, penafsiran dan pembuatan kesimpulan mengenai naik turunnya nilai dari siklus 1 ke siklus 2. Siklus satu ditelah secara rinci, demikian juga pada siklus dua kemudian  dibandingkan hasil yang didapat dari siklus satu dan siklus dua. Apakah ada perbedaan yang signifikan semakin baik atau sama saja. Kalau ada perubahan semakin baik maka siklus dua berhasil.
Untuk mendapatkan nilai yang diperoleh dari kegiatan Guided Discovery  peneliti menggunakan format penelitian sebagaiberikut :  
 
Tabel 3.1
Format penilaian (siklus I dan siklus II)

No
Nama Guru
Rata-rata Nilai/Komponen
Rata-rata
PBM 01
PBM 02
PBM 03
1





2





3





       Catatan :  PBM 01  PBM 02  PBM 03 (terdapat pada tabel 2,3dan 4)

Kriteria penilaian tentang keberhasilan metode kegiatan (penguasaan materi) bagi peserta mengunakan skal likers (Arikunto S. , 2010). adalah sebagai berikut:

Tabel 3.2
Kriteria Penguasaan Materi

Katagori
Nilai yang diperoleh
Kriteria
A
3.28 - 4.00
Sangat Memuaskan
B
2.78 - 3.27
Memuaskan
C
2.38 - 2.77
Kurang Memuaskan


E.     Validasi Data
Tehnik validasi data adalah dari hasil Pengamatan/Wawancara (Instrumen PTKP) baik kepada proses  maupun kepada hasil pembelajaran Validasi pada Penelitian tindakan kepengawasan adalah validasi interna Tehnik validasi data PTKP memakai tehnimk TRIANGULASI (data dan sumber ) yaitu mencocokan data yang diperoleh dari sumber dengan observasi dan wawancara (berulang-Ulang)

F.     Indikator Kinerja
Adalah kondisi akhir yang diharapkan yang didasarkan terhadap berbagai hal (pengalaman). Berhasil/tidaknya PTKp tergantung kecermatan peneliti dalam menentukan indikator kinerja.PTKp ini dianggap berhasil jika 75%  guru meningkat kemampuan mengelolapembelajaran  di SD se Kec. Mandalajati
Indikator untuk mengukur keberhasilan pelaksanaan penelitian tindakan dalam penyusunan RPP dan proses pelaksanaan   adalah sebagai berikut:




Tabel 3.3
INDIKATOR KEBERHASILAN  KEMAMPUAN GURU DALAM PERENCANAAN PEMBELAJARAN (PBM 01)


No
Uraian Indikator
Capaian
Siklus 1
Siklus 2
1
Perencanaan Pengelolaan Pembelajaran
3,30
3,89
2
Perencanaan Pengorganisasian Materi
3,35
3,80
3
Perencanaan Pengelolaan Kelas
3,45
      3,90
4
Pemilihan sumber dan media pembelajaran
3,30
3,89
5
Pemilihan bentuk penilaian
3,32
3.87
6
Penampilan fisik
3,34
3,91

Tabel 3.4
INDIKATOR KEBERHASILAN  KEMAMPUAN GURU DALAM PERENCANAAN PEMBELAJARAN (PBM 02)

No
Uraian Indikator
Capaian
Siklus 1
Siklus 2
1
Pengembangan perilaku positif pada peserta didik
   3,33
3,87
2
Penunujkkan kegairahan dan kesungguhan dalam kegiatan pembelajaran
3,34
3,87
3
Pengelolaan Interaksi dalam kelas
3,32
3,89

Tabel 3.5
INDIKATOR KEBERHASILAN  KEMAMPUAN GURU DALAM PERENCANAAN PEMBELAJARAN (PBM 03)

No
Uraian Indikator
Capaian
Siklus 1
Siklus 2
1
Pengelolaan Kegiatan awal/Pembuka
3,30
3,89
2
Pengelolaan Kegiatan Inti Pembelajaran
3,35
3,80
3
Pengorganisasian waktu, peserta didik, sumber dan alat/media pembelajaran
3,45
3,90
4
Pelaksanaan Penilaian
3,30
3,89
5
Pengelolaan Kegiatan Akhir/penutup
3,32
3.87
6
Penampilan Guru dalam Mengajar
3,34
3,91

G.          Prosedur Penelitian
Langkah-langkah PTKp yaitu: perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi.
Adapun langkah-langkah penelitian sebagai berikut:






(Prof.Dr. H.E.Mulyasa, 2010)
  Uraian Siklus
a. Pra Penelitian
1) Mengajukan izin penelitian Kepada Ketua  Pokjawas
 2) Minta izin kepada Kepala Sekolah,
 3) Menyusun jadwal penelitian,
 4) Menyiapkan materi,
 5) Membuat daftar hadir peserta,
6) Menyiapkan alat bantu,
 7) Menentukan waktu penelitian,
 8) Menyiapkan format penilaian.
b. Pelaksanaan Siklus
1) Siklus 1
Siklus I dilaksanakan dua kali Tatap Muka.
Tatap muka ke-1 dilaksanakan pada hari sabtu tanggal 18 Agustus  2018  tentang persiapan pembelajaran yang akan dilakukan
Tatap Muka ke-2 dilaksanakan pada hari 25 Agustus  2018  .tentang Pembuatan RPP
Evaluasi siklus ke-1 dilaksanakan pada hari 8 September  2018  
  Langkah kegiatan
(1)      Kegiatan Awal
·         Membuka kegiatan dengan membaca salam dan do’a
·         Menyampaikan tujuan kegiatan
(2)      Kegiatan Pokok
·         Menjelaskan materi
·         Tanya jawab dan diskusi secara klasikal
·         Praktik pembuatan Rencana program Pembelajaran
(3)      Kegiatan Penutup
·         Menyimpulkan materi hasil pelatihan
·         Melakukan umpan balik
·         Penugasan
·         Penutupan kegiatan dengan membaca do’a
·         Evaluasi Siklus I
2). Siklus II
Siklus II dilaksanakan dalam dua kali Tatap Muka.
Tatap muka ke-1 dilaksanakan pada hari hari 13 Oktober 2018 tentang rencana pertemuan berikutnya menyiapkan leptop dan pembagian tugas
Tatap muka ke-2 dilaksanakan pada hari 20 Oktober 2018  
Evaluasi siklus ke-2 dilaksanakan pada hari hari 3 Nopember 2018  
Langkah kegiatan
(1)      Pendahuluan
Pembacaan salam dan do’a
(2)    Kegiatan pokok
Praktek
(3)      Penutup
Simpulan materi, Umpan balik, Penugasan, dan Penutupan kegiatan.
Evaluasi Siklus II
c. Pengamatan
Pengamatan dilakukan terhadap aktivitas peserta dalam kegiatan pembuatan power point untuk dijadikan bahan refleksi.
d. Refleksi
Mengevaluasi hasil kinerja peserta pembinaan dan aktivitas perserta selama menjalani kegiatan pelatihan., kemudian ditafsirkan dan dijadikan bahan tindakan selanjutnya, berupa perbaikan dan pengayaan.
\Karena menggunakanpenemuan terbimbing Guided Discovery maka secara bergilir penulis membimbing satu persatu atau berkelompok bagaimana keberadaan guru di sekolah tersebut  ke sekolah binaan dengan jadwal terlampir sebagaimana dimana ini dimulai  juli sampai Desember  



















BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A.      Hasil Penelitian
Hasil pengolahan data yang terkumpul dari lapangan selama pelaksanaan penelitian pada guru PAI yang mengajar pada SD Se Kec Mandalajti dan gede Bage adalah sejumlah 24 (duapuluh empat) orang guru, mulai dari siklus 1 sampai siklus 2 adalah sebagai berikut:
1.             Hasil Temuan Siklus 1
Siklus I dilaksanakan padatanggal 15 Agustus 2018 diberi arahan permendikbud no. 22 tahun 2016 tentang standar proses dengan perlengkapannya mulai dari KI dan KD dalam permendikbud no 24 tahun 2016, Kata kerja oprasional, perangkat penilaian dll.dilanjutkan dengan praktek membuat RPP. Dikumpulkan dan di nilai.Setelah penilaian mereka diberi tugas mengerjakan ditempat tugas nya masing masing.
Hasil penilaian siklus satu  Pada PBM 01 adalah sebagai berikut
Tabel 4.1
NILAI  KEMAMPUAN GURU DALAM PERENCANAAN PEMBELAJARAN (PBM 01)
Siklus 1

No
Kode Guru
Rata-rata Nilai/Komponen
1
1
A
3.06
2
B
2.75
3
C
2.87
4
D
2.88
5
E
2.67
6
F
2.62
7
G
2.81
8
H
2.43
9
I
3.06
10
J
2.75
11
K
3.25
12
L
3.64
13
M
3.07
14
N
2.44
15
O
3.13
16
P
3.19
17
Q
2.81
18
R
3.13
19
S
2.94
20
T
3.10
21
U
3.38
22
V
2.94
23
W
3.25
24
X
2.94

Grafik 4.1
NILAI  KEMAMPUAN GURU DALAM PERENCANAAN PEMBELAJARAN (PBM 01)
Siklus 1


Dari 24 peserta yang mengikutikegiatan ternyata yang sangat memuaskan hanya 3 orang yang memuaskan sebanyak 15 orang dan 6 orang tidak memuaskan.ini berarti bahwa sangat memuaskan hanya 12.5%, memuaskan 62.5% dan kurang memuaskan 25% tidak memuaskan ratingnya lebih tinggi dari yang sangat memuaskan.artinya bahwa pada Perencanaan Pengelolaan Pembelajaran, Perencanaan Pengorganisasian Materi, Perencanaan Pengelolaan Kelas, Pemilihan sumber dan media pembelajaran, Pemilihan bentuk penilaian, Penampilan Fisik
Katagorinya memuaskan,  hanya kurang  memuskannya lebih tinggi dari pada sangat memuaskan
Tabel 4.2
NILAI  KEMAMPUAN GURU DALAM PERENCANAAN PEMBELAJARAN (PBM 02)
Siklus 1
No
Nama Guru
  Rata-rata Nilai/Komponen
PBM 02
1
A
3.30
2
AB
3.08
3
ABC
2.71
4
ABCD
2.95
5
ABCDE
2.86
6
ABCDEF
2.57
7
ABCDEFG
2.76
8
ABCDEFGH
2.52
9
ABCDEFGHI
3.00
10
ABCDEFGHIJ
2.70
11
ABCDEFGHIJK
3.30
12
ABCDEFGHIJKL
3.80
13
ABCDEFGHIJKLM
3.10
14
ABCDEFGHIJKLMN
2.40
15
ABCDEFGHIJKLMNO
3.10
16
ABCDEFGHIJKLMNOP
3.20
17
ABCDEFGHIJKLMNOPQ
3.00
18
ABCDEFGHIJKLMNOPQRS
3.20
19
ABCDEFGHIJKLMNOPQRST
2.90
20
ABCDEFGHIJKLMNOPQRSTU
3.10
21
ABCDEFGHIJKLMNOPQRSTUV
3.30
22
ABCDEFGHIJKLMNOPQRSTUVW
2.90
23
ABCDEFGHIJKLMNOPQRSTUVWX
3.30
24
ABCDEFGHIJKLMNOPQRSTUVWXYZ
3.10





Grafik4.2
NILAI  KEMAMPUAN GURU DALAM PERENCANAAN PEMBELAJARAN (PBM 02)
Siklus 1

Dari 24 peserta yang mengikuti kegiatan pada siklus 1 ternyata yang sangat memuaskan hanya 5 orang yang memuaskan sebanyak 13 orang dan 6 orang tidak memuaskan ini berarti bahwa sangat memuaskan 20.83% yang memuaskan 54.16% dan kurang memuaskan 25%.Berdasarkan hitungan di atas menunjukan bahwa pada katagori Pengembangan perilaku positif pada peserta didik, Penunujkkan kegairahan dan kesungguhan dalam kegiatan pembelajaran dan Pengelolaan Interaksi dalam kelas sudah memuaskan walaupun tingkat kurang memuaskan lebih tinggi dari pada katagori sangat memuaskan


Tabel 4.3
NILAI  KEMAMPUAN GURU DALAM PERENCANAAN PEMBELAJARAN (PBM 03)
Siklus 1

No
Nama Guru
Rata-rata Nilai/Komponen
PBM 03
1
A
2.42
2
AB
2.80
3
ABC
2.60
4
ABCD
2.80
5
ABCDE
2.70
6
ABCDEF
2.50
7
ABCDEFG
2.90
8
ABCDEFGH
2.40
9
ABCDEFGHI
3.04
10
ABCDEFGHIJ
2.66
11
ABCDEFGHIJK
3.27
12
ABCDEFGHIJKL
3.67
13
ABCDEFGHIJKLM
3.29
14
ABCDEFGHIJKLMN
2.24
15
ABCDEFGHIJKLMNO
2.81
16
ABCDEFGHIJKLMNOP
3.24
17
ABCDEFGHIJKLMNOPQ
2.76
18
ABCDEFGHIJKLMNOPQRS
3.24
19
ABCDEFGHIJKLMNOPQRST
2.95
20
ABCDEFGHIJKLMNOPQRSTU
3.14
21
ABCDEFGHIJKLMNOPQRSTUV
3.43
22
ABCDEFGHIJKLMNOPQRSTUVW
3.00
23
ABCDEFGHIJKLMNOPQRSTUVWX
3.27
24
ABCDEFGHIJKLMNOPQRSTUVWXYZ
2.95





Grafik  4.3
NILAI  KEMAMPUAN GURU DALAM PERENCANAAN PEMBELAJARAN (PBM 03)
siklus 1


Dari 24 peserta yang mengikuti kegiatan pada siklus satu ternyata yang sangat memuaskan hanya 3 orang yang memuaskan sebanyak 15 orang dan 6 orang tidak memuaskan ini berarti bahwa sangat memuaskan 12.5% yang memuaskan 62.5% dan yang kurang memuaskan 25%. Hal ini membuktikanbahwapada katagori Pengelolaan Kegiatan awal/Pembukaan, Pengelolaan Kegiatan Inti Pembelajaran, Pengorganisasian waktu, peserta didik, sumber dan alat/media pembelajaran, Pelaksanaan Penilaian, Pengelolaan Kegiatan Akhir/penutup, Penampilan Guru dalam Mengajar termasuk memuaskan walaupun yang kurang memuskan masih lebih tinggi dari pada  yang sangat memuaskan

2.         Hasil temuan pada siklus ke dua
Ketika mereka mengerjakan di tempat masing masing peneliti berkeliling ke tiap sekolah (Jadwal terlampir) berkeliling ke sekolah secara individu karena modelnya guide discoveri artinya bimbingan secara khusus personal agar guru mampu menemukan ide ide kreatifnya dalam membuat RPP baik penggunaan metoda, pendekatan karakter, pendalaman materi dan lain lain. Kegiatan diatasn peneliti sebut sebagai siklus 2. Kemudian siklus 2 berlanjut pada tanggal 18 September 2018 guru berkumpul kembali untuk menelaah bersama dan saling menilai RPP yang sudah mendapatkan bimbingan secara individu
Tabel 4.4
NILAI  KEMAMPUAN GURU DALAM PERENCANAAN PEMBELAJARAN (PBM 01)
Siklus 2


No
Nama Guru
Rata-rata Nilai/Komponen
PBM 01
1
A
3.43
2
B
3.19
3
C
3.13
4
D
3.25
5
E
3.31
6
F
3.00
7
G
3.37
8
H
3.18
9
I
3.43
10
J
3.31
11
K
3.44
12
L
3.56
13
M
3.31
14
N
3.07
15
O
3.31
16
P
3.43
17
Q
3.06
18
R
3.13
19
S
3.29
20
T
3.13
21
U
3.57
22
V
3.36
23
W
3.53
24
X
3.13




Grafik 4.4
NILAI  KEMAMPUAN GURU DALAM PERENCANAAN PEMBELAJARAN (PBM 01)
Siklus 2
Dari 24 peserta yang mengikuti kegiatan pada siklus 2 mengalami kenaikan dengan data  yang sangat memuaskan  14 orang yang memuaskan sebanyak 10 orang dan 0 orang tidak memuaskan.ini berarti bahwa sangat memuaskan 58.33%,,memuaskan 41.66% dan yang kurang memuaskan 0.pada katagori ini bahwa pada Perencanaan Pengelolaan Pembelajaran, Perencanaan Pengorganisasian Materi, Perencanaan Pengelolaan Kelas, Pemilihan sumber dan media pembelajaran, Pemilihan bentuk penilaian, Penampilan Fisik
Katagori paling tinggi adalah sangat memuaskan selisihnya sedikit dengan memuaskan dan tidak ada satu orangpun yang kurang  memuskannya kenaikan yang sangat signifikan.
Tabel 4.5
NILAI  KEMAMPUAN GURU DALAM PERENCANAAN PEMBELAJARAN (PBM 02)
Siklus 2

No
Nama Guru
  Rata-rata Nilai/Komponen
PBM 02
1
A
3.09
2
B
3.14
3
C
3.09
4
D
3.24
5
E
3.23
6
F
3.09
7
G
3.24
8
H
3.28
9
I
3.30
10
J
3.20
11
K
3.60
12
L
3.50
13
M
3.20
14
N
3.30
15
O
3.40
16
P
3.40
17
Q
3.20
18
R
3.20
19
S
3.10
20
T
3.30
21
U
3.60
22
V
3.30
23
W
3.50
24
X
3.20


















Grafik 4.5
NILAI  KEMAMPUAN GURU DALAM PERENCANAAN PEMBELAJARAN (PBM 02)
Siklus 2

Dari 24 peserta yang mengikuti kegiatan pada siklus 2 mengalami kenaikan dengan data  yang sangat memuaskan hanya 11 orang yang memuaskan sebanyak 13 orang dan 0 orang tidak memuaskan maknanya bahwa sangat memuaskan 45% memuaskan 54.16% dan tidak ada seorang pun yang kurang memuaskan. Dalam hal ini berarti pada katagori Pengembangan perilaku positif pada peserta didik, Penunujkkan kegairahan dan kesungguhan dalam kegiatan pembelajaran dan Pengelolaan Interaksi dalam kelas sudah memuaskan selisih beda tipis dengan sangat memuaskan tidak ada yang kurang memuaskan peningkatan yang luar biasa dan sangat tinggi



Tabel 4.6
NILAI  KEMAMPUAN GURU DALAM PERENCANAAN PEMBELAJARAN (PBM 03)
Siklus 2

No
Nama Guru
 Rata-rata Nilai/Komponen
PBM 03
1
A
2.75
2
B
3.00
3
C
3.20
4
D
3.21
5
E
3.10
6
F
3.20
7
G
3.50
8
H
3.40
9
I
3.28
10
J
3.33
11
K
3.41
12
L
3.52
13
M
3.38
14
N
3.05
15
O
3.14
16
P
3.38
17
Q
3.05
18
R
3.24
19
S
3.09
20
T
3.29
21
U
3.52
22
V
3.05
23
W
3.36
24
X
3.27





Grafik 4.6
NILAI  KEMAMPUAN GURU DALAM PERENCANAAN PEMBELAJARAN (PBM 03)
Siklus 2


Dari 24 peserta yang mengikuti kegiatan pada siklus 2 mengalami kenaikan dengan data  yang sangat memuaskan  11 orang yang memuaskan sebanyak 13 orang dan 0 orang tidak memuaskanmaknanya bahwa sangat memuaskan 45% memuaskan 54.16% dan tidak ada seorang pun yang kurang memuaskan. Dalam hal ini berarti pada katagori Pengelolaan Kegiatan awal/Pembukaan, Pengelolaan Kegiatan Inti Pembelajaran, Pengorganisasian waktu, peserta didik, sumber dan alat/media pembelajaran, Pelaksanaan Penilaian, Pengelolaan Kegiatan Akhir/penutup, Penampilan Guru dalam Mengajar termasuk memuaskan beda sedikit dengan sangat memuaskan dan tidak ada seorangpun yang kurang memuaskan peningkatan yang luar biasa

B.     PEMBAHASAN

Dari hasiltemuan siklus satudandua maka diuraikan hal sebagai berikut :

Grafik 4.7
NILAI  KEMAMPUAN GURU DALAM PERENCANAAN PEMBELAJARAN (Rekap PBM 01, 02,03)
Siklus 1

Dari telaahan siklus pertama yang sangat memuaskan jumlahnya 15.27%, memuaskan 59.72% dan kurang memuaskan 25%
Setelah dilakukan pembinaan dengan menggunakan metode pembinaan pendekatan terbimbing (Guided Discovery) diadakan penilain kembali hasilnya sebagai berikut
Grafik 4.8
NILAI  KEMAMPUAN GURU DALAM PERENCANAAN PEMBELAJARAN (Rekap PBM 01, 02,03)
Siklus 2


Hasil penilaian dari telaahan siklus kedua Setelah dilakukan pembinaan dengan menggunakan metode pembinaan pendekatan terbimbing (Guided Discovery) yang sangat memuaskan jumlahnya mengalami kenaikan menjadi 50% dari 15,25% selisih kenaikan sebanyak 34,73%  memuaskan mengalami penurunan menjadi 50% dari 59,27 selisih penurunan -9,27% karenana naik ke sangat memuaskan  dan kurang memuaskan 0 atau tidak ada artinya dalam pembuatan RPP guru sudah memuaskan dansangat memuaskan
Dari hasil penelitian tindakan sekolah mulai siklus 1 sampai siklus 2 tersebut, maka dapat dijawab hipotesis tindakan penelitian ini bahwa pembinaan dengan menggunakan metode pembinaan pendekatan terbimbing (Guided Discovery) dapat meningkatkan kemampuan guru agama dalam menyusun  RPP kurikulum 13 dengan hasil baik karena berdasarkann kondisi guru memiliki   kesulitan-kesulitan yang dihadapinya tidak  sama artinya memiliki perbedaan-perbedaan secara individual juga dari segi usia khusnya diKecamatan Mandalajati dan gede Bager Kota Bandung Tahun 2017/2018. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pembinaan dengan menggunakan metode pendekatan terbimbing (Guided Discovery) lebih mudah diikuti dan lebih cepat bagi peserta binaan menyerap materi



BAB V
KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

  1. Kesimpulan
Pada bagian ini, peneliti menarik beberapa kesimpulan dan rekomendasi terkait  hasil pembinaan menggunakan metode guided discoveri untuk meningkatkan kemampuan menyusun  RPP kurikulum 13 bagi guru yang mengajar PAI di Kecamatan Mandalajati dan Gede Bage Kota Bandung Tahun 2017/2018 dengan hasil yang termasuk kategori baik. Dibuktikan dengan adanya kenaikan perolehan nilai peserta dari siklus 1 ke siklus 2. Peserta yang mendapat nilai kategori sangat memuaskan pada siklus 1 jumlahnya 15.27%,  sedangkan pada siklus kedua mengalami kenaikan menjadi 50%, sedangkan katagori  memuaskan 59.72% pada siklus  ke satu sedangkan pada sikluskedua  mengalami penurunan menjadi 50% karena naik ke sangat memuaskan sedangkan kurang  memuaskan 25% pada siklus pertama, pada siklus kedua tidak ada artinya dalam pembuatan RPP guru sudah memuaskan dan sangat memuaskan setelah dilakukan pembinaan dengan menggunakan metode pembinaan pendekatan terbimbing Guided Discovery



  1. Rekomendasi
Berdasarkan hasil temuan penelitian di atas, penulis dapat menyampaikan beberapa saran, sebagai berkut:
a.        Kepala Sekolah
Disarankan lebih proaktif memperbaiki kinerja guru melalui pembinaan secara beresinambungan dalam upaya meningkatkan layanan dan mutu bagi stakeholders pendidikan.
b.      Bagi Pengawas Sekolah
Diharapakan bisa mempasilitas guru agama dan Kepala Sekolah dalam melakukan inovasi kinerjanya dengan menggunakan metode pembinaan yang lebih epektif, seperti menggunakan metode Guided Discovery











KATA PENGANTAR

 


Arikunto, S. (2010). Prosedur Penelitian Suatu pendekatan Praktek . Jakarta: Rineka Cipta
.
Arikunto, S. (2015). penenlitian tindakan kepengawasan. jakarta: Mahabarata.

Hamalik, o. (2006). Proses Belajar mengajar. Jakarta: PT Bumi Aksara.

Jacobsen, D. A. (2009). Methode for Teaching. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

JD Mayer, P. S. (2004). Psyikological Inkuiri.

Kemendikbud. (2016). Permen dikbud no 22 tahun 2016.

Oemar, H. (2004). Proses Belajar Mengajar. Jakarta: Bumi Aksara.
pendidikandankebudayaan, K. (2003). UU SISDIKNAS RI no 20 tahun 2003. Jakarta.

Prof.Dr. H.E.Mulyasa, M. (2010). Pendidikan Tindakan Sekolah. Bandung.

Sardiman, A. (2010). Interaksi dan motivasi belajar. Jakarta: Rajawali Pers.

Sudrajat, A. (2012). files.wordpress.com lampiran PDF UUDNo 16 tahun 2007. Jakarta.

Sugiono. (2013). Metodologi Penelitian Kuantitatif. Bandung: ALFABETA.

suharjono. (2017). penelitian tindakan kepengawasan. jakarta: mizan.

Trianto. (2007). Modelpembelajran terpadu dalamteori dan praktek. Jakarta.

US Su'ud, M. S. (2007). Konsep dan praktek pendidikan. Jakarta.