BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional
Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 pasal 3,
sebagai berikut:
“Pendidikan nasional
berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa
yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk
berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan
bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap,
kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung
jawab”(pendidikandankebudayaan,
2003) .
Demi mencapai tujuan
tersebut tentunya harus diawali dengan mempersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) untuk
melaksanakan Pendidikan Agama Islam di sekolah secara maksimal, agar peserta
didik memiliki kemampuan dalam mengamalkan ajaran agama Islam dalam kehidupan
sehari hari dengan baik dan sesuai
dengan bunyi undang-undang di atas.
Untuk mewujudkan
kemamampuan peserta didik sebagaimanayang diharapkan tersebut, dibutuhkan tenaga pendidik yang yang memiliki standar
kualifikasi akademik dan kompetensi guru yang berlaku secara
nasionalsebagaimana tercantum dalam Permendikbud no 16 tahun 2007 pasal dua
ayat 1 dan penjabarannya dalam ayat 2.Adapun kompetensi yang diharapkan adalah Y
kompetensi Pedagogik, kompetensi Kepribadian, kompetensi Sosial, kompetensi
professional (Sudrajat, 2012) .
Terkait dengan
pedagogik adalah kesungguhan dalam mempersiapkan pembelajaran keteraturan
ketertiban dalam menyelenggarakan pendidikan kemampuan mengelola kelas
kedisiplinan kepatuhan terhadap aturan akademik penguasaan media teknologi
pembelajaran kemampuan melaksanakan penilaian prestasi belajar peserta didik
dalam aktivitas dalam penilaian terhadap persepsi positif terhadap kemampuan
peserta didik
Berdasarkan
supervisi kelas yang dilakukan oleh pengawas pais terhadap guru binaan di SD Se
KecMandal;ajti dan Kec Gede bage masih kurang, baik dalam hal penyusunan
perencanaan pembelajaran sebagai administrasi yang wajib di miliki oleh guru
sebagai pedoman dalam melaksanakan proses pembelajaran yang efektif dan
efesien, juga dalam proses pembelajaran dikelas masih belum mampu mengelola
kelas dan membuat siswa aktif agar
proses pembelajaran sesuaidengan harapan.
Agar kualitas
pembelajaran Pendidikan Agama Islam
memberikan dampak yang diharapkan,
sebagai pengawas Pendidikan Agama
Islam yang diberi tugas dan tanggung jawab
membina guru Pendidikan Agama Islam
pada tingkat pendidikan dasar
dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan agama Islam di sekolah binaan maka
diperlukan pendampingan dan pembinaan .baik dalam dalam
menyusun Rencana Pelaksanaan
Pembelajaran maupun dalam proses pembelajaran melalui kegiatan Guided Discovery .Oleh karena itu
peneliti akan melakukan penelitian tindakan sekolah dengan judul: “Peningkatan
Kemampuan Guru PAI Proses Pembelajaran melalui strategi Guided Discovery di
wilayah binaan sekolah Dasar se Kec.Mandalajati Dan
Kec.Gedebage Kota BandungTahun Ajaran 2017/2018”.
B. Rumusan
Masalah
1. Apakah pembinaan strategi Guided Discovery dapat
meningkatkan kemampuan Guru PAI dalam Proses Pembelajaran diwilayah binaan sekolah
Dasar se Kec.Mandalajati Dan Kec.Gedebage Kota BandungTahun Ajaran 2017/2018.
2. Bagaimanakah
pembinaan strategi Guided
Discovery dapat meningkatan
kemampuan Guru PAI dalam Proses Pembelajaran di wilayah binaan sekolah Dasar se Kec.Mandalajati Dan Kec.Gedebage Kota BandungTahun
Ajaran 2017/2018.
C.
Tujuan Penelitian
Tujuan yang hendak dicapai adalah :
1.
Untuk mengetahui apakah pembinaan strategi Guided Discoveryadanya dapat
meningkatkan kemampuan Guru PAI dalam
Proses Pembelajaran di wilayah binaan sekolah
Dasar se Kec.Mandalajati Dan Kec.Gedebage Kota BandungTahun Ajaran 2017/2018.
2.
Untuk
mengetahui bagaimana pembinaan strategi Guided Discovery dapat meningkatkan
`kemampuan Guru PAI dalam Proses Pembelajaran di
wilayah binaan sekolah Dasar se Kec.Mandalajati Dan
Kec.Gedebage Kota BandungTahun Ajaran 2017/2018.
D.
Manfaat Penelitian
Hasil
Penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi siswa, guru, kepala sekolah dan
Pengawas Sekolah, antara lain:
1.
Bagi Guru : dapat
menjalankan kewajiban memiliki kemampuan professional melaksanakan proses
pembelajaran PAI di dalam penggunaan media pembelajarn
2.
Bagi
kepala sekolah, dapat dijadikan sebagai bahan masukan dalam mengepektifkan
pembinaan yang dilakukan terhadap proses pendidikan di sekolah.
3.
Bagi
Pengawas Sekolah : Dapat menjalankan peran dan fungsinya dalam mengawasi
kinerja guru serta aktif melakukan pembinaan secara berkala dalam upaya
meningkatan mutu proses pembelajaran
4.
Bagi
Sekolah : Dapat menjalankan peran dan
fungsinya dalam kinerja guru serta aktif
melakukan pembinaan secara berkala dalam upaya meningkatan mutu proses
pembelajaran
BAB
II
KAJIAN
TEORI
A. Guided Discovery
1. Pengertian
Guided Discovery
Guided discovery seabagai salah satu bentuk dari metode discovery learning.Discovery learning merupakan salah satu model instruksionalkognitif
dari Jerome Brunner yang sangat berpengaruh. Menurut Brunner, discovery learning sesuai dengan
pencarian pengetahuan secara aktif oleh`manusia dan dengan sendirinya
memberikan hasil yang baik. Berusaha sendiri untuk mencari pemecahan masalah
serta pengetahuan yang menyertainya akan menghasilkan pengetahuan yang bermakna (Trianto, 2007) .
Guided
Discovery merupakan suatu metode pembelajaran
yangdirancang untuk mengajarkan konsep-konsep dan hubungan antar konsep (Jacobsen, 2009) .
Sedangkan menurut Brunner, “...guided discovery methods, in which the student receives problems
tosolve but the teacher also provides hints, direction, coaching, feedback,
and/or modeling to keep the student on track...(JD Mayer,
2004) ).
Pendapat Brunner tersebut menyatakan
bahwa dalam guided discovery peserta
didik diberikan suatu permasalahan untuk dipecahkan dan guru memberikan
petunjuk, arahan, umpan balik serta contoh-contoh untuk membimbing peserta
didik dalam menyelesaikan masalah tersebut.
Dalam hal ini yang
dijadikansasaranbinaanadalah guruoleh pengawas pembina sehingga selama
pembinaan dengan metode guided discovery,
pengawas masih perlu memberikan susunan
(structure) dan bimbingan (guidance) untuk memastikan bahwa
abstraksi yang sedang dipelajari sudah akurat dan lengkap. Bimbingan yang
diberikan berupa pertanyaan-pertanyaan pengarah yang dapat diajukan pengawas
secara langsung maupun melalui berbagai media seperti Lembar Kegiatan yang dibuat secara khusus.
Pertanyaan-pertanyaan tersebut harus dapat membimbing dan mengarahkan guru dalam menemukan konsep yang dipelajari maupun dalam
menyelesaikan permasalahan yang dihadapi.
Guided discovery atau penemuan
terbimbing merupakan salah satubentuk metode mengajar yang memungkinkan peserta
didik lebih mampu mengembangkan daya kreativitas dan keinginan-keinginan
bergerak yang lebih luas dan bebas sehingga peranan pengawas dibatasi seminim
mungkin sedangkan peranan guru diberi kebebasan semaksimal mungkin. Dalam Guided Discovery, pengawas berfungsi
sebagai fasilitator. pengawas bertindak sebagai petunjuk jalan dan membantu
guru agar dapat menggunakan ide, konsep dan keterampilan yang sudah mereka
pelajari sebelumnya untuk menemukan pengetahuan baru. Peserta didik didorong
untuk berpikir dan menganalisis sendiri sehingga dapat menemukan prinsip umum
berdasarkan bahan atau data yang disediakan pengawas Pelaksanaan pembelajaran
dengan metode ini memang memerlukan waktu yang relatif lama, tetapi jika
dilakukan dengan efektif, metode ini cenderung menghasilkan ingatan dan
transfer jangka panjang yang lebih baik daripada pembelajaran dengan metode
ekspositori (Jacobsen, Eggen, Kauchak, 2009: 210).
Menurut Mayer (2004: 15), guided
discovery is effective because ithelps students meet two important criteria for
active learning—(a) activating or constructing appropriate knowledge to be used
for making sense of new incoming information and (b) integrating new incoming
information with an appropriate knowledge base.
Dari
pernyataantersebut, dapat dikatakan bahwa metode guided discovery efektif dalam pembelajaran karena memuat dua
kriteria penting dalam pembelajaran aktif, yaitu membangun pengetahuan yang
tepat untuk mempermudah pemahaman tentang informasi baru dan menyempurnakan
informasi baru dengan dasar pengetahuan yang tepat. Dengan demikian, informasi
yang diperoleh peserta didik dapat tertanam dengan baik dan benar.
2. Aspek-Aspek dalam Guided Discovery
Secara umum, pembelajaran dengan guided discovery terdiri atas
perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Perlunya perencanaan, implementasi,
dan evaluasi bertujuan untuk menghindari kesalahan dalam proses dan
keberhasilan tujuan pembelajaran.
Perencanaan dapat diartikan sebagai
proses penyusunan berbagai keputusan yang akan dilaksanakan pada masa yang akan
datang untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan. Secara lebih rinci, dalam
perencanaan terdapat butir-butir: (a) berhubungan dengan masa depan, (b)
seperangkat kegiatan (c) proses yang sistematis, dan (d) hasil serta tujuan
tertentu (US Su'ud, 2007) . .
Dalam tahap perencanaan diawali
dengan mengidentifikasi suatu topik dan membuat satu sasaran. Pertimbangan
latar belakang pengetahuan pengawas adalah penting, namun pemilihan
contoh-contoh secara umum jauh lebih penting karena pengawas harus mengandalkan
contoh-contoh untuk membuat Rencana
Program Pembelajaran Jika contoh-contoh
tersebut tidak memadai dalam pelajaran-pelajaran guided discovery, mempelajari Rencana Program Pembelajaran akan menjadi jauh lebih sulit. .
Langkah selanjutnya dalam
proses perencanaan adalah menyusun contoh-contoh. Menempatkan contoh-contoh
yang jelas dari suatu Rencana Program Pembelajaranterlebih dahulu akan
menggiring pada pencapaian atau pemahaman yang lebih cepat tentang Rencana
Program Pembelajaran tersebut, sedangkan menempatkan contoh-contoh yang kurang
jelas terlebih dulu memungkinkan guru untuk lebih banyak berlatih menganalisis
data dan menyusun hipotesis-hipotesis. Urutan contoh bisa
silih berganti, maksudnya urutan contoh yang lebih sulit mungkin bisa digunakan
untuk menantang siswa-siswa yang pandai, sementara urutan yang lebih mudah
dapat digunakan untuk membantu guru yang sulit menangkap pembinaan
Langkah akhir dalam perencanaan guided discovery adalah pertimbangan
waktu. Karena guru tidak memiliki definisi atau generalisasi yang tertulis agar
mereka lebih fokus, jawaban-jawaban awal mereka mungkin akan cenderung lebih
divergen sehingga membutuhkan waktu yang mungkin lebih lama. Untuk itu, waktu
merupakan faktor yang harus benar-benar dipertimbangkan guru dalam merencanakan
aktivitas-aktivitas guided discovery.
Selanjutnya dalam tahap implementasi, guru membuat Rencana Program
Pembelajaran sendiri dengan menggunakan contoh-contoh dan di bawah bimbingan
pengawas Hal ini berbeda dengan pengajaran langsung karena Rencana Program
Pembelajaran didefinisikan atau dideskripsikan langsung oleh pengawas kepada
guru Terkait dengan bimbingan pengawas, pengawas seharusnya memiliki tujuan
konten yang jelas dalam pikirannya saat mereka menerapkan pelajaran tersebut
dan menggunakan questioning secara
strategis untuk memandu guru membuat Rencana Program Pembelajaran.
Dalam evaluasi metode guided
discovery dapat dilakukan dengan mengevaluasi cara memotivasi guru,
mengevaluasi cara penyajian materi, mengevaluasi cara berkomunikasi,
mengevaluasi penggunaan media pembelajaran, dan mengevaluasi pengelolaan kelas.
Hal ini bertujuan untuk mengetahui kemajuan guru, mengetahui potensi yang
dimiliki guru, mengetahui hasil bimbingan guru, mengetahui kelemahan atau
kesulitan belajar guru, memberi bantuan
dalam kegiatan belajar guru, memberikan motivasi belajar, mengehui
efektifitas mengajar guru, dan memberikan data untuk penelitian dan
pengembangan pembelajaran.
1.
Pengertian Rencana Program Pembelajaran
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran adalah rencana yang
menggambarkan prosedur dan pengorganisasian pembelajaran untuk mencapai satu
kompetensi dasar yang ditetapkan dalam Standar Isi.Lingkup Rencana Pelaksanaan
Pembelajaran paling luas mencakup 1 (satu) kompetensi dasar yang terdiri atas 1
(satu) indikator atau beberapa indikator untuk 1 (satu) kali pertemuan atau
lebih.Rencana Pelaksanaan Pembelajaran sekurang-kurangnya memuat tujuan
pembelajaran, materi ajar, metode pengajaran, sumber belajar, dan penilaian
hasil belajar.
2.
Komponen Rencana Program Pembelajaran merujuk pada Permendikbud No. 22 Tahun 2016,
terdiri atas:
a. identitas sekolah yaitu nama satuan pendidikan;
b. identitas mata pelajaran atau tema/subtema;
c. kelas/semester;
d. materi pokok;
e. alokasi waktu ditentukan sesuai dengan keperluan untuk pencapaian KD dan
beban belajar dengan mempertimbangkan jumlah jam pelajaran yang tersedia dalam
silabus dan KD yang harus dicapai(Kemendikbud,
2016) ;
f. tujuan pembelajaran yang dirumuskan berdasarkan KD, dengan menggunakan kata
kerja operasional yang dapat diamati dan diukur, yang mencakup sikap,
pengetahuan, dan keterampilan;
g. kompetensi dasar dan indikator pencapaian kompetensi, materipembelajaran,memuat
fakta, konsep, prinsip, dan prosedur yang relevan, dan ditulis dalambentuk
butir-butir sesuai dengan rumusan indikator ketercapaian kompetensi; metode
pembelajaran, digunakan oleh pendidik untuk mewujudkan suasanabelajar dan
proses pembelajaran agar siswa mencapai KD yang disesuaikan dengan
karakteristik siswa dan KD yang akan dicapai;
h. media pembelajaran, berupa alat bantu proses pembelajaran untukmenyampaikan
materi pelajaran;
i. sumber belajar,
dapat berupa buku, media cetak dan elektronik, alam sekitar,atau sumber belajar
lain yang relevan;
j. langkah-langkah pembelajaran dilakukan melalui tahapan pendahuluan,
inti,dan penutup;
k. penilaian hasil pembelajaran(Kemendikbud,
2016) .
3.
Prinsip - Prinsip
Penyusunan Rencana Program Pembelajaran
Mekanisme pelaksanaan pembelajaran
mencakup perencanaan, pelaksanaan (termasuk didalamnya kegiatan evaluasi), dan
pertimbangan daya dukung.Tahap pertama, perencanaan pembelajaranyangdiwujudkan
dengan kegiatan penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
Dalam menyusun Rencana Program Pembelajaran hendaknya memperhatikan prinsip-prinsip sebagai
berikut:
a.
Penguatan karakter siswa melalui PPK berbasis
kelas, berbasis budaya sekolah dan berbasis masyarakat diperkaya dengan literasi, kompetensi abad 21 (4C) dan HOTS. Integrasi ini dapat dilakukan pada indikator, tujuan,
kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, kegiatan penutup maupun penilaian.
b.
Perbedaan individual siswa
antara lain kemampuan awal, tingkat intelektual, bakat, potensi, minat,
motivasi belajar, kemampuan sosial, emosi, gaya belajar, kebutuhan khusus,
kecepatan belajar, latar belakang budaya, norma, nilai, dan/atau lingkungan
siswa.
c.
Partisipasi aktif siswa.
d.
Berpusat pada siswa untuk
mendorong semangat belajar, motivasi, minat, kreativitas, inisiatif, inspirasi,
inovasi dan kemandirian.
e.
Pengembangan budaya
membaca dan menulis yang dirancang untuk mengembangkan kegemaran membaca,
pemahaman beragam bacaan, dan berekspresi dalam berbagai bentuk tulisan.
f.
Pemberian umpan balik dan
tindak lanjut Rencana Program Pembelajaran memuat rancangan
program pemberian umpan balik positif, penguatan, pengayaan, dan remedi.
g.
Penekanan pada keterkaitan
dan keterpaduan antara KD, materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran,
indikator pencapaian kompetensi, penilaian, dan sumber belajar dalam satu
keutuhan pengalaman belajar.
h.
Mengakomodasi pembelajaran
tematik-terpadu, keterpaduan lintas mata pelajaran, lintas aspek belajar, dan
keragaman budaya.
i.
Penerapan teknologi
informasi dan komunikasi secara terintegrasi, sistematis, dan efektif sesuai
dengan situasi dan kondisi(Kemendikbud,
2016) .
4.
Langkah – langkah
Penyusunan Rencana Program Pembelajaran
a.
Mengkajisilabus tematik meliputi: (1) KI dan KD; (2) materi pembelajaran;
(3)proses pembelajaran; (4) penilaian pembelajaran; (5)
alokasi waktu; dan (6) sumber belajar.
b.
MerumuskanindikatorpencapaianKD.
c.
Merumuskan
tujuan pembelajaran.
d.
Mengembangkan materi pembelajaran. MateriPembelajarandapatberasaldaribukutekspelajaran (buku siswa) dan
buku panduan guru, sumber belajar lain berupa muatan lokal,materi kekinian, konteks pembelajaran dari
lingkungansekitaryang dikelompokkan menjadi materi untuk pembelajaranreguler,
pengayaan, dan remedial.
e.
Menjabarkan kegiatan pembelajaran yangadapada silabus dalam
bentukyang lebih operasionalberupapendekatan saintifik disesuaikan dengan
kondisi siswa dan satuangurutermasuk penggunaan
media,alat, bahan, dan sumber belajar.
f.
Menentukan alokasi waktu untuk setiap
pertemuan berdasarkan alokasiwaktu
padasilabus.Selanjutnya dibagi ke dalam kegiatanpendahuluan, inti, dan
penutup.
g.
Mengembangkan penilaian pembelajaran
dengan
cara menentukanlingkup, teknik, dan instrumen penilaian, serta membuatpedoman penskoran.
h.
Menentukanstrategipembelajaranremedialsegerasetelah dilakukan penilaian.
i.
Menentukan
Media, Alat, Bahan, dan Sumber Belajar disesuaikan denganyang
telah ditetapkandalamlangkah
penjabaran proses pembelajaran(Kemendikbud,
2016) .
C.
Proses Pembelajaran
Pengertian proses pembelajaran adalah proses
interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu
lingkungan belajar. Pembelajaran merupakan bantuan yang diberikan pendidik agar
dapat terjadi proses pemerolehan ilmu dan pengetahuan, penguasaan kemahiran dan
tabiat, serta pembentukan sikap dan kepercayaan pada peserta didik. Dengan kata
lain, pembelajaran adalah proses untuk membantu peserta didik agar dapat
belajar dengan baik.
Adapun menurut Oemar Hamalik (Oemar, 2004) , Pembelajaran adalah
suatu kombinasi yang tersusun, meliputi unsur-unsur manusiawi, material,
fasilitas, perlengkapan dan prosedur yang saling mempengaruhi untuk mencapai
tujuan pembelajaran, dalam hal ini manusia terlibat dalam sistem pengajaran
terdiri dari siswa, guru dan tenaga lainnya, materi meliputi; buku-buku, papan
tulis dan lain-lainnya. Fasilitas dan perlengkapan terdiri dari ruang kelas dan
audiovisual.prosedur meliputi jadwal dan metode penyampaian informasi, praktek
belajar, ujian dan sebagainya.
Pembelajaran biasanya terjadi dalam situasi formal yang secara sengaja
diprogramkan oleh guru dalam usahanya mentransformasikan ilmu kepada peserta
didik, berdasarkan kurikulum dan tujuan yang hendak dicapai. Melalui pembelajaran peserta didik melakukan proses belajar sesuai
dengan rencana pengajaran yang telah diprogramkan. Dengan demikian, unsur
kesengajaan melalui perencanaan oleh pihak guru merupakan ciri utama
pembelajaran.Upaya pembelajaran yang berakar pada pihak guru dilaksanakan
secara sistematis yaitu dilakukan dengan langkah-langkah teratur dan terarah
secara sistematik.yaitu secara utuh dengan memperhatikan berbagai aspek. Maka
konsep belajar dan pembelajaran merupakan dua kegiatan yang berproses dalam
suatu sistem.
Jadi, dapat disimpulkan bahwa fungsi
pembelajaran secara umum adalah merangsang dan menyukseskan proses belajar dan
untuk mencapai tujuan, Sedangkan fungsi belajar adalah dapat memanfaatkan
semaksimal mungkin sumber belajar untuk mencapai tujuan belajar, yaitu
terjadinya perubahan dalam diri peserta didik. Untuk memberikan gambaran yang
lebih jelas mengenai konsep belajar dan mengajar (pembelajaran), berikut
dipaparkan kedua konsep itu.
Belajar itu merupakan perubahan tingkah
laku atau penampilan melalui pengalaman dan latihan yang dilakukan manusia
selama hidupnya melalui kegiatan membaca, mengamati, mendengarkan, meniru, dan
lain sebagainya. Semua aktivitas dan prestasi hidup manusia tidak lain adalah
hasil dari belajar. Karena itu belajar berlangsung secara aktif dan integratif
dengan menggunakan berbagai bentuk perbuatan untuk mencapai suatu tujuan.
Dengan kata lain, belajar itu akan
menjadi lebih baik jika subyek belajar itu mengalami atau melakukannya, jadi
tidak bersifat verbalistik. Belajar adalah suatu proses yang ditandai dengan
adanya perubahan pada diri seseorang. Perubahan sebagai hasil dari proses
belajar dapat ditunjukkan dalam berbagai bentuk seperti berubahnya pengetahuan,
sikap, tingkah laku, keterampilan, kecakapan, kebiasaan, serta perubahan
aspek-aspek lain yang ada pada individu yang belajar. Jadi, dengan proses
belajar itu manusia akan mengalami perubahan secara menyeluruh meliputi aspek
jasmaniah dan rohaniah. Orang dapat belajar meski tidak ada seorang pun yang
mengajar.Apa yang ia pelajari dan kerjakan akan sangat bergantung kepada
kebutuhan dan motivasinya. Kebutuhan dan motivasi seseorang menjelma menjadi
tujuan seseorang dalam belajar.
Dalam belajar
pasti juga ada proses mengajar. Mengajar pada dasarnya merupakan usaha untuk
menciptkan kondisi atau sistem lingkungan yang mendukung dan memungkinkan untuk
berlangsungnya proses belajar.
Mengajar adalah
menyampaikan pengetahuan pada anak didik sehingga terbentuklah proses
pemahaman. Kemudian pengertian yang lebih luas mengajar adalah suatu aktifitas
mengorganisasi atau mengatur lingkungan sebaik –baiknya dan menghubungkan
dengan anak sehingga terjadi proses belajar.
Menurut
Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional No. 20 Tahun 2003, Pasal 1,
menyatakan bahwa kegiatan belajar mengajar adalah proses interaksi peserta
didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Proses
pembelajaran juga diartikan sebagai suatu proses terjadinya interaksi antara
pelajar, pengajar dalam upaya mencapai tujuan pembelajaran, yang berlangsung
dalam suatu lokasi tertentu dalam jangka satuan waktu tertentu pula (Hamalik,
2006)
,
Selain itu (Sardiman,
2010) ,
mengatakan bahwa proses belajar
mengajar akan senantiasa merupakan proses interaksi antara dua unsur
manusiawi, yakni siswa sebagai pihak yang belajar dan guru sebagai pihak yang
mengajar, dengan siswa sebagai subyek pokoknya. Interaksi belajar mengajar
adalah hubungan aktif dua arah antara pendidik dengan peserta didik dalam suatu
kegiatan belajar.
Dalam
pembelajaran harus dipersiapkan hal hal sebagai berikut sudah
nampak Rencana program Pembelajaran yang meliputi :
1.
Perencanaan
pengelolaan pembelajaran yang meliputi :
a.
Merumuskan kompetensi dasar dan indicator
b.
Menentukan metode pembelajaran
c.
Menentukan langkah-langkah pembelajaran
d.
Menentukan cara-cara memotivasi peserta didik
e.
menentukan pengalaman belajar peserta didik
f.
Menentukan alokasi waktu
2. Perencanaan
pengorganisasian Materi meliputi
a.
Kesesuaian materi pembelajaran dengan kurikulum
b.
Mengembangkan materi pembelajaran yang sesuai dengan
perkembangan peserta didik
3.
Perencanaan Pengelolaan Kelas yang meliputi :
a.
Penataan ruangan kelas
b.
Pengorganisasian peserta didik agar terlibat aktif dalam pembelajaran
4.
Pemilihan sumber dan media pembelajaran meliputi :
a. Memilih sumber pembelajaran
b. Menentukan penggunaan
alat/media pembelajaran
5.
Pemilihan bentuk penilaian meliputi :
a. Menentukan bentuk-bentuk
prosedur dan teknikpenilaian
b. Menyusun alat penilaian
6.
Penampilan Fisik meliputi :
a. penggunaan bahasa tulis
b. Kerapian dan kebersihan
Dalam proses pembelajaran
harus melibatkan siswa aktif tidak hanya guru sebagaimana
harapan dalam Kurikulum 13 sehingga perlu diperhatikah hal hal sebagai berikut
:
1.
Pengembangan perilaku positif pada peserta didik meliputi :
a. Membantu peserta didik
untuk menyadari kekuatan dan kelemahan diri
b. Membantu peserta didik
untuk menumbuhkan kepercayaan pada diri sendiri
c. Membantu peserta didik
untuk dapat mengekspresikan perasaan dan pikiran
d. Menunjukkan simpati
e. Menujukkan keramahan dan
menghargai orang
2.
Penunujukkan kegairahan dan
kesungguhan dalam kegiatan pembelajara meliputi:
a. Menunjukkan kegairahan
dalam pembelajaran
b. Memberikan kesan menguasai
materi
c. .Menunujkkan kemantapan mengajar
3.
Pengelolaan Interaksi dalam kelas meliputi :
a. Mengembangkan hubungan
antar pribadi yang sehat dan serasi
b. Menciptakan iklim belajar
yang kondusif
Ketika pelaksanan pembelajarn guru harus
mampu mengelola kelas dari mulai awal pembelajaran, inti, akhir dan
pengorhanisasian kelas sesuai yang dibuat dalam Rencana Progran Pembelajaran
meliputi :
1. Pengelolaan Kegiatan
awal/Pembuka
meliputi :
a. Menyampaikan materi
pengait/apersepsi
b. Memotivasi peserta didik
untuk memulai pembelajaran
c. Menyampaikan kompetensi
yang harus dicapai
2. Pengelolaan Kegiatan Inti
Pembelajaran
meliputi :
a. Penguasaan materi
pembelajaran
b. Memberi contoh /ilustrasi /
analogy
c. Menggunakan sumber, alat,
media pembelajaran
d. Mengarahkan peserta didik
untuk aktifberpartisipasi
e. Memberi penguatan
f. Melaksanakan kegiatan
pembelajaran dengan urutan yang logis/teratur
g. Merespon secara positif
keingintahuan peserta didik
h. Menunjukkan
antusiasme/gairah mengajar
3. Pengorganisasian waktu,
peserta didik, sumber dan alat/media pembelajaran meliputi :
a.
Penataan ruangan kelas
b.
Pengorganisasian peserta didik agar terlibat aktif dalam
pembelajaran
c.
Menyiapkan sumber dan alat bantu/media pembelajaran
4.
Pelaksanaan Penilaian meliputi :
a.
Melaksanakan penilaian proses
b.
Melaksanakan penilaian hasil/akhir
5.
Pengelolaan Kegiatan Akhir/penutup
a.
Merangkum materi pembelajaran
b.
Menganalisis keberhasilan pembelajaran
c.
Memberi tindak lanjur
Jadi dapat
hal ini perlu diperhatikan yang menentukan suksesnya proses belajar
bukan hanya metode dan prosedurnya tapi proses dari hasil yang didapatkan.
Dengan proses yang tidak baik atau benar, mungkin hasil yang dicapainya pun
tidak akan baik, atau bisa dikatakan hasil itu adalah hasil semu.
BAB
III
METODOLOGI
PENELITIAN
A. Setting Penelitian
Penelitian Tindakan kelas ini
dilaksanakan di SD Se Kecamatan Mandalajati dan Se Kecamatan Gedebage Kota
Bandung. Hal ini karena guru guru masih kurang kemampuan dalam proses
pembelajaran sehingga perlu adanya pembinaan. Pembinaan akan dirasakanefektif apabila
dilakukan secara individu yaitu bentuknya guided
discovery pada semester Genap Tahun ajaran 2017/2018
B. Subjek Penelitian
Yang menjadi subyek Penelitian
Tindakan Kepengawasan ini adalah SD
sekecamatan Mandalajati dan Gede Bage Kota Bandung, dengan jumlah guru
yang disupervisi 24 (dua puluh emapat ) orang guru, terdiri dari 15 orang guru
perempuan dan 9 orang guru laki-laki
C. Sumber Data
Sumber data pada penelitian ini
terdiri dari
1.
Guru Pendidikan Agam Islam
Untuk mendapatkan data tentang
hasil pembelajaran dan aktifitas guru
dalam pembelajaran dikelas dengan menggunakan media computer
2.
Kepala Sekolah
Untuk melihat tingkat
keberhasilan implementasi penggunaan media dan efektifitas hasil mengajar dalam
proses pembelajaran
3.
Teman sejawat dan kolaborator
Teman sejawat dan kolaborator
dimaksudkan sebagai sumber data untuk melihat implementasi PTKP secara komprehensif
baik dari sisi guru maupun Kepala Sekolah
D. Teknik ,Alat Pengumpulan dan Analisa Data
1.Adapun
tehnik pengumpulan data dalam penelitian tindakan kepengawasanj ini adalah :
a.Observasi
b.Wawancara
c.Penelaahan hasil tes
2.Alat /instrument pengumpulan
data
a.
Lembar observasi
b.
Pedoman wawancara
c.
Lembar penilaian
3.Analisa
data
Tidak menggunakan uji statistik, karena PTK adalah penelitian
deskriptif kualitatif.Analisis datanya bersifat komparasi (perbandingan) dalam
siklus, antar siklus, antar pertemuan dengan melihat peningkatannya Analisis Data pada PTKp
menggunakan cara yang dilakukan Miles dan Huberman sebagaimana yang dikutip
oleh (Sugiono, 2013) ), aktivitas dalam
analisis data ini meliputi data
reduction, display, dan conclusion drawing/verification.
Adapun cara menganalisis data
secara deskriptif untuk diverifikasi mengenai kategori data, penafsiran dan
pembuatan kesimpulan mengenai naik turunnya nilai dari siklus 1 ke siklus 2.
Siklus satu ditelah secara rinci, demikian juga pada siklus dua kemudian dibandingkan hasil yang didapat dari siklus
satu dan siklus dua. Apakah ada perbedaan yang signifikan semakin baik atau
sama saja. Kalau ada perubahan semakin baik maka siklus dua berhasil.
Untuk mendapatkan nilai yang
diperoleh dari kegiatan Guided Discovery peneliti menggunakan format penelitian
sebagaiberikut :
Tabel 3.1
Format penilaian (siklus I
dan siklus II)
No
|
Nama Guru
|
Rata-rata Nilai/Komponen
|
Rata-rata
|
||
PBM 01
|
PBM 02
|
PBM 03
|
|||
1
|
|||||
2
|
|||||
3
|
|||||
Catatan : PBM 01
PBM 02 PBM 03 (terdapat pada tabel
2,3dan 4)
Kriteria
penilaian tentang keberhasilan metode kegiatan (penguasaan materi) bagi peserta mengunakan skal likers (Arikunto S. , 2010) . adalah sebagai
berikut:
Tabel 3.2
Kriteria Penguasaan Materi
Katagori
|
Nilai yang
diperoleh
|
Kriteria
|
A
|
3.28 - 4.00
|
Sangat Memuaskan
|
B
|
2.78 - 3.27
|
Memuaskan
|
C
|
2.38 - 2.77
|
Kurang Memuaskan
|
E. Validasi Data
Tehnik validasi data adalah dari
hasil Pengamatan/Wawancara (Instrumen PTKP) baik kepada proses maupun kepada hasil pembelajaran Validasi pada Penelitian tindakan
kepengawasan adalah validasi interna Tehnik
validasi data PTKP memakai tehnimk TRIANGULASI (data dan sumber ) yaitu
mencocokan data yang diperoleh dari sumber dengan observasi dan wawancara
(berulang-Ulang)
F.
Indikator Kinerja
Adalah kondisi akhir
yang diharapkan yang didasarkan terhadap berbagai hal (pengalaman).
Berhasil/tidaknya PTKp tergantung kecermatan peneliti dalam menentukan
indikator kinerja.PTKp ini dianggap berhasil jika 75% guru meningkat kemampuan
mengelolapembelajaran di SD se Kec.
Mandalajati
Indikator untuk mengukur
keberhasilan pelaksanaan penelitian tindakan dalam penyusunan RPP dan
proses pelaksanaan adalah sebagai berikut:
Tabel 3.3
INDIKATOR KEBERHASILAN KEMAMPUAN GURU DALAM PERENCANAAN PEMBELAJARAN
(PBM 01)
No
|
Uraian Indikator
|
Capaian
|
|
Siklus 1
|
Siklus 2
|
||
1
|
Perencanaan
Pengelolaan Pembelajaran
|
3,30
|
3,89
|
2
|
Perencanaan
Pengorganisasian Materi
|
3,35
|
3,80
|
3
|
Perencanaan
Pengelolaan Kelas
|
3,45
|
3,90
|
4
|
Pemilihan sumber dan
media pembelajaran
|
3,30
|
3,89
|
5
|
Pemilihan bentuk
penilaian
|
3,32
|
3.87
|
6
|
Penampilan
fisik
|
3,34
|
3,91
|
Tabel 3.4
INDIKATOR KEBERHASILAN KEMAMPUAN GURU DALAM PERENCANAAN PEMBELAJARAN
(PBM 02)
No
|
Uraian Indikator
|
Capaian
|
|
Siklus 1
|
Siklus 2
|
||
1
|
Pengembangan perilaku
positif pada peserta didik
|
3,33
|
3,87
|
2
|
Penunujkkan
kegairahan dan kesungguhan dalam kegiatan pembelajaran
|
3,34
|
3,87
|
3
|
Pengelolaan Interaksi
dalam kelas
|
3,32
|
3,89
|
Tabel
3.5
INDIKATOR KEBERHASILAN KEMAMPUAN GURU DALAM PERENCANAAN PEMBELAJARAN
(PBM 03)
No
|
Uraian Indikator
|
Capaian
|
|
Siklus 1
|
Siklus 2
|
||
1
|
Pengelolaan Kegiatan
awal/Pembuka
|
3,30
|
3,89
|
2
|
Pengelolaan Kegiatan
Inti Pembelajaran
|
3,35
|
3,80
|
3
|
Pengorganisasian
waktu, peserta didik, sumber dan alat/media pembelajaran
|
3,45
|
3,90
|
4
|
Pelaksanaan Penilaian
|
3,30
|
3,89
|
5
|
Pengelolaan Kegiatan
Akhir/penutup
|
3,32
|
3.87
|
6
|
Penampilan Guru dalam
Mengajar
|
3,34
|
3,91
|
G.
Prosedur Penelitian
Langkah-langkah PTKp yaitu:
perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi.
Adapun langkah-langkah penelitian
sebagai berikut:
Uraian Siklus
a. Pra Penelitian
1) Mengajukan izin penelitian
Kepada Ketua Pokjawas
2) Minta izin kepada Kepala Sekolah,
3) Menyusun jadwal penelitian,
4) Menyiapkan materi,
5) Membuat daftar hadir peserta,
6) Menyiapkan alat bantu,
7) Menentukan waktu penelitian,
8) Menyiapkan format penilaian.
b.
Pelaksanaan Siklus
1) Siklus 1
Siklus I dilaksanakan dua kali
Tatap Muka.
Tatap muka ke-1 dilaksanakan pada hari sabtu tanggal
18 Agustus 2018 tentang
persiapan pembelajaran yang akan dilakukan
Tatap Muka ke-2 dilaksanakan pada hari 25
Agustus 2018 .tentang Pembuatan
RPP
Evaluasi siklus ke-1 dilaksanakan pada hari 8
September 2018
Langkah kegiatan
(1)
Kegiatan Awal
·
Membuka kegiatan dengan membaca salam dan do’a
·
Menyampaikan tujuan kegiatan
(2)
Kegiatan Pokok
·
Menjelaskan materi
·
Tanya jawab dan diskusi secara klasikal
·
Praktik pembuatan Rencana program Pembelajaran
(3)
Kegiatan Penutup
·
Menyimpulkan materi hasil pelatihan
·
Melakukan umpan balik
·
Penugasan
·
Penutupan kegiatan dengan membaca do’a
·
Evaluasi Siklus I
2). Siklus II
Siklus II dilaksanakan dalam dua
kali Tatap Muka.
Tatap muka ke-1 dilaksanakan pada hari hari 13
Oktober 2018 tentang
rencana pertemuan berikutnya menyiapkan leptop dan pembagian tugas
Tatap muka ke-2 dilaksanakan pada hari 20
Oktober 2018
Evaluasi siklus
ke-2 dilaksanakan
pada hari hari 3 Nopember 2018
Langkah
kegiatan
(1)
Pendahuluan
Pembacaan
salam dan do’a
(2)
Kegiatan
pokok
Praktek
(3)
Penutup
Simpulan materi, Umpan balik,
Penugasan, dan Penutupan kegiatan.
Evaluasi Siklus II
c. Pengamatan
Pengamatan dilakukan terhadap
aktivitas peserta dalam kegiatan pembuatan power point untuk dijadikan bahan
refleksi.
d. Refleksi
Mengevaluasi hasil kinerja
peserta pembinaan dan aktivitas perserta selama menjalani kegiatan pelatihan.,
kemudian ditafsirkan dan dijadikan bahan tindakan selanjutnya, berupa perbaikan
dan pengayaan.
\Karena menggunakanpenemuan
terbimbing Guided Discovery maka
secara bergilir penulis membimbing satu persatu atau berkelompok bagaimana
keberadaan guru di sekolah tersebut ke
sekolah binaan dengan jadwal terlampir sebagaimana
dimana ini dimulai juli sampai
Desember
BAB IV
HASIL
PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A.
Hasil Penelitian
Hasil
pengolahan data yang terkumpul dari lapangan selama pelaksanaan penelitian pada
guru PAI yang mengajar pada
SD Se Kec Mandalajti dan gede Bage adalah
sejumlah 24 (duapuluh empat) orang guru, mulai dari siklus 1 sampai siklus 2
adalah sebagai berikut:
1.
Hasil Temuan Siklus 1
Siklus
I dilaksanakan padatanggal 15 Agustus 2018 diberi arahan permendikbud no. 22
tahun 2016 tentang standar proses dengan perlengkapannya mulai dari KI dan KD
dalam permendikbud no 24 tahun 2016, Kata kerja oprasional, perangkat penilaian
dll.dilanjutkan dengan praktek membuat RPP. Dikumpulkan dan di nilai.Setelah
penilaian mereka diberi tugas mengerjakan ditempat tugas nya masing masing.
Hasil
penilaian siklus satu Pada PBM 01 adalah
sebagai berikut
Tabel 4.1
NILAI KEMAMPUAN GURU
DALAM PERENCANAAN PEMBELAJARAN (PBM 01)
Siklus 1
No
|
Kode Guru
|
Rata-rata Nilai/Komponen
|
1
|
||
1
|
A
|
3.06
|
2
|
B
|
2.75
|
3
|
C
|
2.87
|
4
|
D
|
2.88
|
5
|
E
|
2.67
|
6
|
F
|
2.62
|
7
|
G
|
2.81
|
8
|
H
|
2.43
|
9
|
I
|
3.06
|
10
|
J
|
2.75
|
11
|
K
|
3.25
|
12
|
L
|
3.64
|
13
|
M
|
3.07
|
14
|
N
|
2.44
|
15
|
O
|
3.13
|
16
|
P
|
3.19
|
17
|
Q
|
2.81
|
18
|
R
|
3.13
|
19
|
S
|
2.94
|
20
|
T
|
3.10
|
21
|
U
|
3.38
|
22
|
V
|
2.94
|
23
|
W
|
3.25
|
24
|
X
|
2.94
|
Grafik 4.1
NILAI KEMAMPUAN GURU
DALAM PERENCANAAN PEMBELAJARAN (PBM 01)
Siklus 1
Dari 24
peserta yang mengikutikegiatan ternyata yang sangat memuaskan hanya 3 orang
yang memuaskan sebanyak 15 orang dan 6 orang tidak memuaskan.ini berarti bahwa
sangat memuaskan hanya 12.5%, memuaskan 62.5% dan kurang memuaskan 25% tidak
memuaskan ratingnya lebih tinggi dari yang sangat memuaskan.artinya bahwa pada Perencanaan Pengelolaan Pembelajaran, Perencanaan Pengorganisasian
Materi, Perencanaan Pengelolaan Kelas, Pemilihan sumber dan media pembelajaran,
Pemilihan bentuk penilaian, Penampilan Fisik
Katagorinya
memuaskan, hanya kurang memuskannya lebih tinggi dari pada sangat
memuaskan
Tabel 4.2
NILAI KEMAMPUAN GURU
DALAM PERENCANAAN PEMBELAJARAN (PBM 02)
Siklus 1
No
|
Nama Guru
|
Rata-rata Nilai/Komponen
|
PBM 02
|
||
1
|
A
|
3.30
|
2
|
AB
|
3.08
|
3
|
ABC
|
2.71
|
4
|
ABCD
|
2.95
|
5
|
ABCDE
|
2.86
|
6
|
ABCDEF
|
2.57
|
7
|
ABCDEFG
|
2.76
|
8
|
ABCDEFGH
|
2.52
|
9
|
ABCDEFGHI
|
3.00
|
10
|
ABCDEFGHIJ
|
2.70
|
11
|
ABCDEFGHIJK
|
3.30
|
12
|
ABCDEFGHIJKL
|
3.80
|
13
|
ABCDEFGHIJKLM
|
3.10
|
14
|
ABCDEFGHIJKLMN
|
2.40
|
15
|
ABCDEFGHIJKLMNO
|
3.10
|
16
|
ABCDEFGHIJKLMNOP
|
3.20
|
17
|
ABCDEFGHIJKLMNOPQ
|
3.00
|
18
|
ABCDEFGHIJKLMNOPQRS
|
3.20
|
19
|
ABCDEFGHIJKLMNOPQRST
|
2.90
|
20
|
ABCDEFGHIJKLMNOPQRSTU
|
3.10
|
21
|
ABCDEFGHIJKLMNOPQRSTUV
|
3.30
|
22
|
ABCDEFGHIJKLMNOPQRSTUVW
|
2.90
|
23
|
ABCDEFGHIJKLMNOPQRSTUVWX
|
3.30
|
24
|
ABCDEFGHIJKLMNOPQRSTUVWXYZ
|
3.10
|
Grafik4.2
NILAI KEMAMPUAN GURU
DALAM PERENCANAAN PEMBELAJARAN (PBM 02)
Siklus 1
Dari 24
peserta yang mengikuti kegiatan pada siklus 1 ternyata yang sangat memuaskan
hanya 5 orang yang memuaskan sebanyak 13 orang dan 6 orang tidak memuaskan ini
berarti bahwa sangat memuaskan 20.83% yang memuaskan 54.16% dan kurang
memuaskan 25%.Berdasarkan hitungan di atas menunjukan bahwa pada katagori Pengembangan perilaku positif pada peserta didik,
Penunujkkan kegairahan dan kesungguhan dalam kegiatan pembelajaran dan
Pengelolaan Interaksi dalam kelas sudah memuaskan walaupun tingkat kurang
memuaskan lebih tinggi dari pada katagori sangat memuaskan
Tabel 4.3
NILAI KEMAMPUAN GURU
DALAM PERENCANAAN PEMBELAJARAN (PBM 03)
Siklus 1
No
|
Nama Guru
|
Rata-rata Nilai/Komponen
|
PBM 03
|
||
1
|
A
|
2.42
|
2
|
AB
|
2.80
|
3
|
ABC
|
2.60
|
4
|
ABCD
|
2.80
|
5
|
ABCDE
|
2.70
|
6
|
ABCDEF
|
2.50
|
7
|
ABCDEFG
|
2.90
|
8
|
ABCDEFGH
|
2.40
|
9
|
ABCDEFGHI
|
3.04
|
10
|
ABCDEFGHIJ
|
2.66
|
11
|
ABCDEFGHIJK
|
3.27
|
12
|
ABCDEFGHIJKL
|
3.67
|
13
|
ABCDEFGHIJKLM
|
3.29
|
14
|
ABCDEFGHIJKLMN
|
2.24
|
15
|
ABCDEFGHIJKLMNO
|
2.81
|
16
|
ABCDEFGHIJKLMNOP
|
3.24
|
17
|
ABCDEFGHIJKLMNOPQ
|
2.76
|
18
|
ABCDEFGHIJKLMNOPQRS
|
3.24
|
19
|
ABCDEFGHIJKLMNOPQRST
|
2.95
|
20
|
ABCDEFGHIJKLMNOPQRSTU
|
3.14
|
21
|
ABCDEFGHIJKLMNOPQRSTUV
|
3.43
|
22
|
ABCDEFGHIJKLMNOPQRSTUVW
|
3.00
|
23
|
ABCDEFGHIJKLMNOPQRSTUVWX
|
3.27
|
24
|
ABCDEFGHIJKLMNOPQRSTUVWXYZ
|
2.95
|
Grafik 4.3
NILAI KEMAMPUAN GURU
DALAM PERENCANAAN PEMBELAJARAN (PBM 03)
siklus 1
Dari 24
peserta yang mengikuti kegiatan pada siklus satu ternyata yang sangat memuaskan
hanya 3 orang yang memuaskan sebanyak 15 orang dan 6 orang tidak memuaskan ini
berarti bahwa sangat memuaskan 12.5% yang memuaskan 62.5% dan yang kurang
memuaskan 25%. Hal ini membuktikanbahwapada katagori Pengelolaan Kegiatan awal/Pembukaan, Pengelolaan Kegiatan Inti
Pembelajaran, Pengorganisasian waktu, peserta didik, sumber dan alat/media
pembelajaran, Pelaksanaan Penilaian, Pengelolaan Kegiatan Akhir/penutup,
Penampilan Guru dalam Mengajar termasuk memuaskan walaupun yang kurang memuskan
masih lebih tinggi dari pada yang sangat
memuaskan
2.
Hasil temuan pada siklus ke dua
Ketika mereka mengerjakan di
tempat masing masing peneliti berkeliling ke tiap sekolah (Jadwal terlampir)
berkeliling ke sekolah secara individu karena modelnya guide discoveri artinya
bimbingan secara khusus personal agar guru mampu menemukan ide ide kreatifnya
dalam membuat RPP baik penggunaan metoda, pendekatan karakter, pendalaman
materi dan lain lain. Kegiatan diatasn peneliti sebut sebagai siklus 2.
Kemudian siklus 2 berlanjut pada tanggal 18 September 2018 guru berkumpul
kembali untuk menelaah bersama dan saling menilai RPP yang sudah mendapatkan
bimbingan secara individu
Tabel 4.4
NILAI KEMAMPUAN GURU
DALAM PERENCANAAN PEMBELAJARAN (PBM 01)
Siklus 2
No
|
Nama Guru
|
Rata-rata
Nilai/Komponen
|
PBM 01
|
||
1
|
A
|
3.43
|
2
|
B
|
3.19
|
3
|
C
|
3.13
|
4
|
D
|
3.25
|
5
|
E
|
3.31
|
6
|
F
|
3.00
|
7
|
G
|
3.37
|
8
|
H
|
3.18
|
9
|
I
|
3.43
|
10
|
J
|
3.31
|
11
|
K
|
3.44
|
12
|
L
|
3.56
|
13
|
M
|
3.31
|
14
|
N
|
3.07
|
15
|
O
|
3.31
|
16
|
P
|
3.43
|
17
|
Q
|
3.06
|
18
|
R
|
3.13
|
19
|
S
|
3.29
|
20
|
T
|
3.13
|
21
|
U
|
3.57
|
22
|
V
|
3.36
|
23
|
W
|
3.53
|
24
|
X
|
3.13
|
Grafik 4.4
NILAI KEMAMPUAN GURU
DALAM PERENCANAAN PEMBELAJARAN (PBM 01)
Siklus 2
Dari 24
peserta yang mengikuti kegiatan pada siklus 2 mengalami kenaikan dengan
data yang sangat memuaskan 14 orang yang memuaskan sebanyak 10 orang dan
0 orang tidak memuaskan.ini berarti bahwa sangat memuaskan 58.33%,,memuaskan
41.66% dan yang kurang memuaskan 0.pada katagori ini bahwa pada Perencanaan Pengelolaan Pembelajaran, Perencanaan Pengorganisasian
Materi, Perencanaan Pengelolaan Kelas, Pemilihan sumber dan media pembelajaran,
Pemilihan bentuk penilaian, Penampilan Fisik
Katagori
paling tinggi adalah sangat memuaskan selisihnya sedikit dengan memuaskan dan
tidak ada satu orangpun yang kurang
memuskannya kenaikan yang sangat signifikan.
Tabel 4.5
NILAI KEMAMPUAN GURU
DALAM PERENCANAAN PEMBELAJARAN (PBM 02)
Siklus 2
No
|
Nama Guru
|
Rata-rata Nilai/Komponen
|
PBM 02
|
||
1
|
A
|
3.09
|
2
|
B
|
3.14
|
3
|
C
|
3.09
|
4
|
D
|
3.24
|
5
|
E
|
3.23
|
6
|
F
|
3.09
|
7
|
G
|
3.24
|
8
|
H
|
3.28
|
9
|
I
|
3.30
|
10
|
J
|
3.20
|
11
|
K
|
3.60
|
12
|
L
|
3.50
|
13
|
M
|
3.20
|
14
|
N
|
3.30
|
15
|
O
|
3.40
|
16
|
P
|
3.40
|
17
|
Q
|
3.20
|
18
|
R
|
3.20
|
19
|
S
|
3.10
|
20
|
T
|
3.30
|
21
|
U
|
3.60
|
22
|
V
|
3.30
|
23
|
W
|
3.50
|
24
|
X
|
3.20
|
Grafik 4.5
NILAI KEMAMPUAN GURU
DALAM PERENCANAAN PEMBELAJARAN (PBM 02)
Siklus 2
Dari 24
peserta yang mengikuti kegiatan pada siklus 2 mengalami kenaikan dengan
data yang sangat memuaskan hanya 11
orang yang memuaskan sebanyak 13 orang dan 0 orang tidak memuaskan maknanya
bahwa sangat memuaskan 45% memuaskan 54.16% dan tidak ada seorang pun yang
kurang memuaskan. Dalam hal ini berarti pada
katagori Pengembangan perilaku positif pada peserta didik, Penunujkkan
kegairahan dan kesungguhan dalam kegiatan pembelajaran dan Pengelolaan
Interaksi dalam kelas sudah memuaskan selisih beda tipis dengan sangat
memuaskan tidak ada yang kurang memuaskan peningkatan yang luar biasa dan
sangat tinggi
Tabel 4.6
NILAI KEMAMPUAN GURU
DALAM PERENCANAAN PEMBELAJARAN (PBM 03)
Siklus 2
No
|
Nama Guru
|
Rata-rata
Nilai/Komponen
|
PBM 03
|
||
1
|
A
|
2.75
|
2
|
B
|
3.00
|
3
|
C
|
3.20
|
4
|
D
|
3.21
|
5
|
E
|
3.10
|
6
|
F
|
3.20
|
7
|
G
|
3.50
|
8
|
H
|
3.40
|
9
|
I
|
3.28
|
10
|
J
|
3.33
|
11
|
K
|
3.41
|
12
|
L
|
3.52
|
13
|
M
|
3.38
|
14
|
N
|
3.05
|
15
|
O
|
3.14
|
16
|
P
|
3.38
|
17
|
Q
|
3.05
|
18
|
R
|
3.24
|
19
|
S
|
3.09
|
20
|
T
|
3.29
|
21
|
U
|
3.52
|
22
|
V
|
3.05
|
23
|
W
|
3.36
|
24
|
X
|
3.27
|
Grafik 4.6
NILAI KEMAMPUAN GURU
DALAM PERENCANAAN PEMBELAJARAN (PBM 03)
Siklus 2
Dari 24
peserta yang mengikuti kegiatan pada siklus 2 mengalami kenaikan dengan
data yang sangat memuaskan 11 orang yang memuaskan sebanyak 13 orang dan
0 orang tidak memuaskanmaknanya bahwa sangat memuaskan 45% memuaskan 54.16% dan
tidak ada seorang pun yang kurang memuaskan. Dalam hal ini berarti pada katagori Pengelolaan Kegiatan awal/Pembukaan, Pengelolaan
Kegiatan Inti Pembelajaran, Pengorganisasian waktu, peserta didik, sumber dan
alat/media pembelajaran, Pelaksanaan Penilaian, Pengelolaan Kegiatan
Akhir/penutup, Penampilan Guru dalam Mengajar termasuk memuaskan beda sedikit
dengan sangat memuaskan dan tidak ada seorangpun yang kurang memuaskan
peningkatan yang luar biasa
B. PEMBAHASAN
Dari hasiltemuan siklus satudandua maka diuraikan
hal sebagai berikut :
Grafik 4.7
NILAI KEMAMPUAN GURU
DALAM PERENCANAAN PEMBELAJARAN (Rekap PBM 01, 02,03)
Siklus 1
Dari telaahan siklus pertama yang sangat memuaskan jumlahnya
15.27%, memuaskan 59.72% dan kurang memuaskan 25%
Setelah dilakukan pembinaan dengan menggunakan metode pembinaan pendekatan terbimbing (Guided Discovery) diadakan penilain kembali
hasilnya sebagai berikut
Grafik 4.8
NILAI KEMAMPUAN GURU
DALAM PERENCANAAN PEMBELAJARAN (Rekap PBM 01, 02,03)
Siklus 2
Hasil penilaian dari telaahan siklus kedua Setelah dilakukan pembinaan
dengan menggunakan metode pembinaan
pendekatan terbimbing (Guided Discovery)
yang sangat memuaskan jumlahnya mengalami
kenaikan menjadi 50% dari 15,25% selisih kenaikan sebanyak 34,73% memuaskan mengalami penurunan menjadi 50%
dari 59,27 selisih penurunan -9,27% karenana naik ke sangat memuaskan dan kurang memuaskan 0 atau tidak ada artinya
dalam pembuatan RPP guru sudah memuaskan dansangat memuaskan
Dari hasil penelitian tindakan sekolah mulai siklus
1 sampai siklus 2 tersebut, maka dapat dijawab hipotesis tindakan penelitian
ini bahwa pembinaan dengan menggunakan metode pembinaan
pendekatan terbimbing (Guided Discovery)
dapat meningkatkan kemampuan guru agama dalam
menyusun RPP kurikulum 13 dengan hasil
baik karena berdasarkann kondisi guru memiliki kesulitan-kesulitan yang dihadapinya
tidak sama artinya memiliki
perbedaan-perbedaan secara individual juga dari segi usia khusnya diKecamatan
Mandalajati dan gede Bager Kota Bandung
Tahun 2017/2018. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pembinaan
dengan menggunakan metode pendekatan terbimbing (Guided Discovery) lebih mudah
diikuti dan lebih cepat bagi peserta binaan menyerap materi
BAB V
KESIMPULAN DAN REKOMENDASI
- Kesimpulan
Pada bagian ini, peneliti menarik beberapa
kesimpulan dan rekomendasi terkait hasil
pembinaan menggunakan metode guided discoveri untuk meningkatkan kemampuan
menyusun RPP kurikulum 13 bagi guru yang
mengajar PAI di
Kecamatan Mandalajati dan Gede Bage
Kota Bandung Tahun 2017/2018 dengan hasil yang termasuk kategori baik.
Dibuktikan dengan adanya kenaikan perolehan nilai peserta dari siklus 1 ke
siklus 2. Peserta yang mendapat nilai kategori sangat memuaskan pada siklus 1 jumlahnya 15.27%, sedangkan pada siklus kedua mengalami
kenaikan menjadi 50%, sedangkan katagori
memuaskan 59.72% pada siklus ke
satu sedangkan pada sikluskedua
mengalami penurunan menjadi 50% karena naik ke sangat memuaskan
sedangkan kurang memuaskan 25% pada
siklus pertama, pada siklus kedua tidak ada artinya dalam pembuatan RPP guru
sudah memuaskan dan sangat memuaskan setelah dilakukan pembinaan dengan menggunakan metode pembinaan pendekatan terbimbing Guided
Discovery
- Rekomendasi
Berdasarkan hasil temuan penelitian di atas, penulis
dapat menyampaikan beberapa saran, sebagai berkut:
a. Kepala
Sekolah
Disarankan lebih proaktif memperbaiki kinerja guru
melalui pembinaan secara beresinambungan dalam upaya meningkatkan layanan dan
mutu bagi stakeholders pendidikan.
b. Bagi Pengawas Sekolah
Diharapakan bisa mempasilitas guru agama dan Kepala
Sekolah dalam melakukan inovasi kinerjanya dengan menggunakan metode pembinaan
yang lebih epektif, seperti menggunakan metode Guided Discovery
KATA PENGANTAR
Arikunto, S. (2010). Prosedur
Penelitian Suatu pendekatan Praktek . Jakarta: Rineka Cipta
.
Arikunto, S. (2015). penenlitian
tindakan kepengawasan. jakarta: Mahabarata.
Hamalik, o. (2006). Proses Belajar
mengajar. Jakarta: PT Bumi Aksara.
Jacobsen, D. A. (2009). Methode for
Teaching. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
JD Mayer, P. S. (2004). Psyikological
Inkuiri.
Kemendikbud. (2016). Permen dikbud no
22 tahun 2016.
Oemar, H. (2004). Proses Belajar
Mengajar. Jakarta: Bumi Aksara.
pendidikandankebudayaan,
K. (2003). UU SISDIKNAS RI no 20 tahun 2003. Jakarta.
Prof.Dr. H.E.Mulyasa, M. (2010). Pendidikan
Tindakan Sekolah. Bandung.
Sardiman, A. (2010). Interaksi dan
motivasi belajar. Jakarta: Rajawali Pers.
Sudrajat,
A. (2012). files.wordpress.com lampiran PDF UUDNo 16 tahun 2007.
Jakarta.
Sugiono. (2013). Metodologi Penelitian
Kuantitatif. Bandung: ALFABETA.
suharjono. (2017). penelitian tindakan
kepengawasan. jakarta: mizan.
Trianto. (2007). Modelpembelajran
terpadu dalamteori dan praktek. Jakarta.
US Su'ud, M. S. (2007). Konsep dan
praktek pendidikan. Jakarta.
15 Komentar
Good job ...
BalasHapusSudah dicoba berapa kali siklus bu?
BalasHapusKuisnya mana bu Kokom ?, ini khan nanti akan menyangkut penilain juga ...
BalasHapusbu nur hasanah itu saya lakukan dua kali bu
BalasHapuspa edi saya yang ad Quizcuma satudimateri personal kalau mau khusus diquizbyang ada quiz nya bagaimana ya?
BalasHapusIbu copy pastekan link kuis diakhir materi pelajaran dan kemudian kaitkan ke label Kuis, saya lihat di label ibu baru Materi itu yang muncul .... bila sudah terkait nanti pas kita klik di Kuis akan muncul lagi materi itu dan nanti pada akhir materi tinggal klik kuis itu .... sebenarnya bisa langsung kita klik di materi pelajaran juga kuisnya kalau mau, jadi tidak perlu ke Kuis, tapi di sini kita khan diminta untuk buat itu sebagai tugas .... jadi ikuti saja ya
Hapusterima kasih yang sudah komentar pa tony S, Bu nurhasanah dan pa Eddysd
BalasHapusterima kasih pa edi.saya akan coba praktekan.tolonglihatlaginanti yah , barokalloh
BalasHapuspak edi sudah muncul tolong cek lagi yah hatur nuhun....
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusartikelnya panjang bingit... good job bu Kokom... (y)
BalasHapusMenarik sekali artikelnya Bu Kokom...
BalasHapusiya nih pa ESPR itu penelitian tindakan kepengawsan, rada lumayan cape yah bacanya.. terima kasih komen nya
BalasHapusTerima kasih pa Rusmawan. masih belajar pa. Yu kita terus semangat belajar. terima kasih komentarnya
BalasHapusIni tentang PTK yah Bu? Apakah ini mengadopsi cycle nya kemmis & mc. Taggart Bu?
BalasHapus